Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Pajak Barang Mewah Moge Turun, Harga Bisa Makin Murah


Pemerintah diketahui menurunkan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sepeda motor bermesin gede (moge) dari 125 persen menjadi 95 persen melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019. Hal itu disambut baik oleh pebisnis moge di Tanah Air.

Menurut PP Nomor 22 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas PP Nomor 41 Tahun 2013 tentang PPnBM kendaraan bermotor menyatakan motor roda dua dengan kapasitas mesin lebih dari 500 cc dibebani PPnBM sebesar 125 persen. Hal itu tertuang pada Pasal 2 Ayat 8c.
Pada PP 73/2019 Pasal 40 menyatakan 'kendaraan bermotor beroda 2 (dua) atau 3 (tiga) dengan kapasitas isi silinder lebih dari 500 (lima ratus) cc' dikenakan PPnBM sebesar 95 persen.


Pihak distributor dan importir BMW Motorrad, Maxindo Moto, sebagai salah satu pebisnis moge di Tanah Air menyatakan penurunan beban PPnBM mengembuskan angin segar di tengah lesunya pasar moge saat ini.

"Jadi ini sangat positif dan saya harapkan mampu untuk membantu usaha-usaha terkait dengan moge ini dapat berkiprah meningkatkan ekonomi bangsa," kata CEO Maxindo Moto Joe Frans saat dihubungi pada Jumat (25/10)

Beban PPnBM 125 persen buat moge selama ini bikin harga ritel melambung dan membatasi penjualannya di dalam negeri. Menurut Joe PPnBM 95 persen bisa bikin pasar bergerak sebab harga ritel moge tentu turun.

"Mengingat negara kita adalah negara yang memberlakukan PPnBM paling tinggi untuk kendaraan moge dibanding negara negara ASEAN lainnya. Sehingga mengakibatkan iklim investasi oleh pabrikan moge tertutup rapat," kata Joe.

"Selebihnya tidak ada fungsi, karena tidak memproteksi industri lokal tetapi justru kita kehilangan potensi income pariwisata dari penggemar penggemar moge," ucap Joe lagi.

PPnBM 95 persen untuk moge bakal berlaku dua tahun lagi, tepatnya pada 16 Oktober 2021, sesuai pernyataan di PP 73/2019.

Pada PP 73/2019 juga menyatakan pada Pasal 39 bahwa motor roda dua dengan kapasitas mesin 250-500cc tetap dikenakan PPnBM sebesar 60 persen seperti pada PP 22/2014. Sementara motor di bawah 250 cc tetap bebas PPnBM.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)