Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Mobil Hybrid Bisa Laris Jika Seharga Ertiga dan Avanza


Suzuki Indomobil Sales (SIS) menilai mobil-mobil hybrid bisa laku bila harganya di bawah Rp250 juta. Saat ini mobil hybrid paling murah yang dijual di Indonesia banderolnya Rp500 jutaan dan disebut belum bisa menjangkau kelompok masyarakat yang sanggup beli mobil.

Mobil hybrid yang ditawarkan saat ini di antaranya Toyota C-HR Hybrid dan Corolla Altis Hybrid yang masing-masing dijual paling murah Rp523,3 juta dan Rp566,3 juta, lalu ada model lainnya yang dilego miliaran rupiah seperti Mitsubishi Outlander PHEV, BMW i8, Mercedes-Benz E 300 e AMG Line, dan Lexus ES 300h.
"Kalau kami melihatnya begini, kendaraan hybrid bisa berdampak luas apabila biaya akuisisinya terjangkau oleh masyarakat, artinya di bawah Rp250 juta. Kita lihat saja jumlah pasar mobil yang harganya Rp250 juta paling banyak itu MPV 34 persen, LCGC (Low Cost Green Car) sekitar 32 persen. Itu kan hampir 70 persen pasar mobil ada di situ," kata Direktur Pemasaran SIS Donny Saputra, di Tangerang, Senin (30/9).


Bila mencermati penjualan nasional tahun lalu, dua segmen penopang terbesar adalah low MPV dan LCGC. Hal ini menandakan mobil yang paling banyak dibeli konsumen di dalam negeri berasal dari dua segmen itu.

Atas dasar itu, Donny juga menjelaskan implementasi teknologi hybrid ataupun listrik seharusnya dilakukan pada produk di segmen low MPV dan LCGC.

SIS sudah menentukan pilihan, yaitu mengembangkan hybrid pada Ertiga bensin yang versi konsepnya sudah diperlihatkan pada akhir Agustus di Parade dan Pameran Kendaraan Listrik yang digelar Kementerian Perhubungan di Jakarta
Konsep Ertiga hybrid bermesin bensin ini berbeda dari produk mild hybrid Ertiga Diesel yang pernah dijual mulai Februari 2017. SIS telah menghentikan penjualan Ertiga Diesel sejak generasi kedua Ertiga muncul pada Agustus 2018.

"Harapannya teknologi hybrid itu bukan teknologi yang susah dijangkau, teknologi yang hanya dinikmati pasar premium dengan harga yang lebih dari 600 juta. Tapi lebih bisa dinikmati oleh semua pemakai kendaraan," kata Donny.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)