Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Mobil Hybrid Bisa Laris Jika Seharga Ertiga dan Avanza


Suzuki Indomobil Sales (SIS) menilai mobil-mobil hybrid bisa laku bila harganya di bawah Rp250 juta. Saat ini mobil hybrid paling murah yang dijual di Indonesia banderolnya Rp500 jutaan dan disebut belum bisa menjangkau kelompok masyarakat yang sanggup beli mobil.

Mobil hybrid yang ditawarkan saat ini di antaranya Toyota C-HR Hybrid dan Corolla Altis Hybrid yang masing-masing dijual paling murah Rp523,3 juta dan Rp566,3 juta, lalu ada model lainnya yang dilego miliaran rupiah seperti Mitsubishi Outlander PHEV, BMW i8, Mercedes-Benz E 300 e AMG Line, dan Lexus ES 300h.
"Kalau kami melihatnya begini, kendaraan hybrid bisa berdampak luas apabila biaya akuisisinya terjangkau oleh masyarakat, artinya di bawah Rp250 juta. Kita lihat saja jumlah pasar mobil yang harganya Rp250 juta paling banyak itu MPV 34 persen, LCGC (Low Cost Green Car) sekitar 32 persen. Itu kan hampir 70 persen pasar mobil ada di situ," kata Direktur Pemasaran SIS Donny Saputra, di Tangerang, Senin (30/9).


Bila mencermati penjualan nasional tahun lalu, dua segmen penopang terbesar adalah low MPV dan LCGC. Hal ini menandakan mobil yang paling banyak dibeli konsumen di dalam negeri berasal dari dua segmen itu.

Atas dasar itu, Donny juga menjelaskan implementasi teknologi hybrid ataupun listrik seharusnya dilakukan pada produk di segmen low MPV dan LCGC.

SIS sudah menentukan pilihan, yaitu mengembangkan hybrid pada Ertiga bensin yang versi konsepnya sudah diperlihatkan pada akhir Agustus di Parade dan Pameran Kendaraan Listrik yang digelar Kementerian Perhubungan di Jakarta
Konsep Ertiga hybrid bermesin bensin ini berbeda dari produk mild hybrid Ertiga Diesel yang pernah dijual mulai Februari 2017. SIS telah menghentikan penjualan Ertiga Diesel sejak generasi kedua Ertiga muncul pada Agustus 2018.

"Harapannya teknologi hybrid itu bukan teknologi yang susah dijangkau, teknologi yang hanya dinikmati pasar premium dengan harga yang lebih dari 600 juta. Tapi lebih bisa dinikmati oleh semua pemakai kendaraan," kata Donny.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini