Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Mobil Hybrid Bisa Laris Jika Seharga Ertiga dan Avanza


Suzuki Indomobil Sales (SIS) menilai mobil-mobil hybrid bisa laku bila harganya di bawah Rp250 juta. Saat ini mobil hybrid paling murah yang dijual di Indonesia banderolnya Rp500 jutaan dan disebut belum bisa menjangkau kelompok masyarakat yang sanggup beli mobil.

Mobil hybrid yang ditawarkan saat ini di antaranya Toyota C-HR Hybrid dan Corolla Altis Hybrid yang masing-masing dijual paling murah Rp523,3 juta dan Rp566,3 juta, lalu ada model lainnya yang dilego miliaran rupiah seperti Mitsubishi Outlander PHEV, BMW i8, Mercedes-Benz E 300 e AMG Line, dan Lexus ES 300h.
"Kalau kami melihatnya begini, kendaraan hybrid bisa berdampak luas apabila biaya akuisisinya terjangkau oleh masyarakat, artinya di bawah Rp250 juta. Kita lihat saja jumlah pasar mobil yang harganya Rp250 juta paling banyak itu MPV 34 persen, LCGC (Low Cost Green Car) sekitar 32 persen. Itu kan hampir 70 persen pasar mobil ada di situ," kata Direktur Pemasaran SIS Donny Saputra, di Tangerang, Senin (30/9).


Bila mencermati penjualan nasional tahun lalu, dua segmen penopang terbesar adalah low MPV dan LCGC. Hal ini menandakan mobil yang paling banyak dibeli konsumen di dalam negeri berasal dari dua segmen itu.

Atas dasar itu, Donny juga menjelaskan implementasi teknologi hybrid ataupun listrik seharusnya dilakukan pada produk di segmen low MPV dan LCGC.

SIS sudah menentukan pilihan, yaitu mengembangkan hybrid pada Ertiga bensin yang versi konsepnya sudah diperlihatkan pada akhir Agustus di Parade dan Pameran Kendaraan Listrik yang digelar Kementerian Perhubungan di Jakarta
Konsep Ertiga hybrid bermesin bensin ini berbeda dari produk mild hybrid Ertiga Diesel yang pernah dijual mulai Februari 2017. SIS telah menghentikan penjualan Ertiga Diesel sejak generasi kedua Ertiga muncul pada Agustus 2018.

"Harapannya teknologi hybrid itu bukan teknologi yang susah dijangkau, teknologi yang hanya dinikmati pasar premium dengan harga yang lebih dari 600 juta. Tapi lebih bisa dinikmati oleh semua pemakai kendaraan," kata Donny.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025