Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Setelah Harga Rontok, Inilah Saham Blue Chip Layak Koleksi Awal Juni 2024

 

Kinerja pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpuruk pada Mei 2024. Analis melihat, kondisi ini waktu tepat untuk mulai koleksi saham blue chip pada awal Juni 2024 ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang ambruk, kembali ke bawah level 7.000. Pada perdagangan Selasa 11 Juni 2024, IHSG ditutup di level 6.855,69 turun 65,86 poin atau 0,95%. IHSG telah merosot 259,06 poin atau 3,64% dalam perdagangan 5 hari ini.

Semua indeks saham terpuruk, termasuk LQ45. Indeks LQ45 pada perdagangan Selasa 11 Juni 2024 ditutup di level 867,78, turun 17,07 poin atau 1,93% dibandingkan sehari sebelumnya. Dalam perdagangan 5 hari terakhir, Indeks LQ45 merosot 31,65 poin atau 3,52%.

Banyak dihuni saham dengan kapitalisasi pasar besar (big caps), pelemahan indeks LQ45 turut menyeret gerak IHSG. Tampak dari posisi saham-saham laggard penggerus IHSG yang dominan dihuni oleh konstituen LQ45.

Indeks LQ45 adalah salah satu indeks mayor di BEI. Indeks ini umumnya berisi saham dengan kapitalisasi pasar besar dan fundamental kuat, alias identik dengan saham blue chip.

Oleh karena itu, penurunan indeks mayor tersebut menjadi momen tepat untuk mulai koleksi saham-saham blue chip. 

Analis Stocknow.id Abdul Haq Alfaruqy menyematkan rekomendasi trading buy tiga saham blue chip. Mereka adalah saham MEDC, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP).

Berikut trading plan untuk ketiga saham blue chip tersebut:

  • BMRI: buy di area Rp 5.900, target harga di Rp 6.225-Rp 6.575, dan stoploss di Rp 5.700.
  • MEDC: buy di area 1.355, target harga Rp 1.450-Rp 1.495, dan stoploss di Rp 1.290.
  • INKP: buy di area Rp 9.100, target harga di Rp 9.600-Rp 10.000 dan stoploss di Rp 8.675 per saham.

Abdul menilai dalam kondisi saat ini para pelaku pasar khususnya big player cenderung mengamankan aset pada instrumen yang lebih konservatif dibandingkan saham yang relatif agresif. Misalnya pada pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Namun, ia masih optimistis kinerja saham LQ45 berpotensi naik kembali pada semester II-2024. Dorongan utama akan kembali datang dari saham-saham perbankan yang punya bobot besar, serta dari saham sektor energi dan pertambangan.

Sementara itu, Founder WH-Project William Hartanto menyoroti adanya rotasi di antara saham-saham LQ45. Saham yang sebelumnya naik tinggi, sekarang melandai. Sebaliknya, saham yang sebelumnya merosot mulai menanjak kembali seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

"Saham-saham big caps yang sebelumnya menopang IHSG sekarang gantian dengan yang sebelumnya membebani. UNVR jadi salah satu yang paling mencolok rebound-nya," terang William.

William merekomendasikan trading buy pada saham UNVR dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). Kemudian, pertimbangan sell on strength pada saham MEDC dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Itulah rekomendasi saham blue chip untuk perdagangan hari ini. Ingat, keputusan membeli dan menjual saham menjadi tanggung jawab Anda sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini