Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Setelah Harga Rontok, Inilah Saham Blue Chip Layak Koleksi Awal Juni 2024

 

Kinerja pasar saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpuruk pada Mei 2024. Analis melihat, kondisi ini waktu tepat untuk mulai koleksi saham blue chip pada awal Juni 2024 ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sedang ambruk, kembali ke bawah level 7.000. Pada perdagangan Selasa 11 Juni 2024, IHSG ditutup di level 6.855,69 turun 65,86 poin atau 0,95%. IHSG telah merosot 259,06 poin atau 3,64% dalam perdagangan 5 hari ini.

Semua indeks saham terpuruk, termasuk LQ45. Indeks LQ45 pada perdagangan Selasa 11 Juni 2024 ditutup di level 867,78, turun 17,07 poin atau 1,93% dibandingkan sehari sebelumnya. Dalam perdagangan 5 hari terakhir, Indeks LQ45 merosot 31,65 poin atau 3,52%.

Banyak dihuni saham dengan kapitalisasi pasar besar (big caps), pelemahan indeks LQ45 turut menyeret gerak IHSG. Tampak dari posisi saham-saham laggard penggerus IHSG yang dominan dihuni oleh konstituen LQ45.

Indeks LQ45 adalah salah satu indeks mayor di BEI. Indeks ini umumnya berisi saham dengan kapitalisasi pasar besar dan fundamental kuat, alias identik dengan saham blue chip.

Oleh karena itu, penurunan indeks mayor tersebut menjadi momen tepat untuk mulai koleksi saham-saham blue chip. 

Analis Stocknow.id Abdul Haq Alfaruqy menyematkan rekomendasi trading buy tiga saham blue chip. Mereka adalah saham MEDC, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP).

Berikut trading plan untuk ketiga saham blue chip tersebut:

  • BMRI: buy di area Rp 5.900, target harga di Rp 6.225-Rp 6.575, dan stoploss di Rp 5.700.
  • MEDC: buy di area 1.355, target harga Rp 1.450-Rp 1.495, dan stoploss di Rp 1.290.
  • INKP: buy di area Rp 9.100, target harga di Rp 9.600-Rp 10.000 dan stoploss di Rp 8.675 per saham.

Abdul menilai dalam kondisi saat ini para pelaku pasar khususnya big player cenderung mengamankan aset pada instrumen yang lebih konservatif dibandingkan saham yang relatif agresif. Misalnya pada pasar Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Namun, ia masih optimistis kinerja saham LQ45 berpotensi naik kembali pada semester II-2024. Dorongan utama akan kembali datang dari saham-saham perbankan yang punya bobot besar, serta dari saham sektor energi dan pertambangan.

Sementara itu, Founder WH-Project William Hartanto menyoroti adanya rotasi di antara saham-saham LQ45. Saham yang sebelumnya naik tinggi, sekarang melandai. Sebaliknya, saham yang sebelumnya merosot mulai menanjak kembali seperti PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

"Saham-saham big caps yang sebelumnya menopang IHSG sekarang gantian dengan yang sebelumnya membebani. UNVR jadi salah satu yang paling mencolok rebound-nya," terang William.

William merekomendasikan trading buy pada saham UNVR dan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). Kemudian, pertimbangan sell on strength pada saham MEDC dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).

Itulah rekomendasi saham blue chip untuk perdagangan hari ini. Ingat, keputusan membeli dan menjual saham menjadi tanggung jawab Anda sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)