Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Simak Rekomendasi Saham BBCA, MTEL, JPFA dan GRIA untuk Perdagangan Senin

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan memulai perdagangan awal pekan ini, Senin (24/6) dari posisi 6.879,97. Level ini didapat usai IHSG menguat 0,89% pada akhir pekan lalu, Jumat (21/6).

Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto menyoroti IHSG yang melakukan rebound dari level psikologis. Penguatan IHSG berlanjut dan menghasilkan kenaikan niali transaksi hingga mencapai Rp 18 triliun. 

Pelaku pasar pun merespons keluarnya saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dari papan pemantauan khusus atau Full Call Auction (FCA). 

Secara teknikal, IHSG membentuk pola inverted hammer, pola ini mengindikasikan ada sedikit tekanan jual yang mungkin dimanfaatkan oleh pelaku pasar yang sudah melakukan pembelian saham ketika IHSG masih melemah pada Rabu (19/6).

Catatan William, situasi ini bukan berarti IHSG akan langsung melemah kembali. Hanya saja, IHSG juga masih belum mengindikasikan reversal secara penuh. Masih ada resistance pada 6.894 dan 7.000, yang diperkirakan akan terjadi pergerakan konsolidasi terlebih dulu sebelum penguatan lanjutan.

"Memperhatikan masih adanya beberapa resistance penting seperti pada 6.894 dan 7.000, kami memperkirakan IHSG akan bergerak konsolidasi setidaknya selama sepekan ini sebelum melanjutkan penguatan kembali," terang William dalam risetnya, Senin (24/6).

William memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak dalam kecenderungan menguat pada rentang 6.721 – 6.894. 

Berikut rekomendasi saham yang secara teknikal menarik dicermati hari ini:

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)

Pengujian resistance pada 9.650, setelah breakout akan mengakhiri downtrend dengan target lanjutan pada 10.000.

Rekomendasi: buy on breakout
Support: Rp 9.400
Resistance: Rp 9.650.

2. PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL)

Pergerakan harga membentuk pola inverted head & shoulders, merupakan pola bullish dengan neckline pada 640 (belum terkonfirmasi).

Rekomendasi: buy on breakout
Support: Rp 605
Resistance: Rp 640.

3. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA)

Telah mengkonfirmasi pembantukan pola bullish flag, merupakan pola bullish dengan neckline pada 1.385 yang kini menjadi support baru.

Rekomendasi: buy
Support: Rp 1.385
Resistance: Rp 1.475.

4. PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA)

Trend following dengan posisi candlestick menguat di atas MA5 dan MA20; pergerakan konsolidasi sejak penguatan awal tahun, perhatikan batas support pada 182.

Rekomendasi: buy
Support: Rp 182
Resistance: Rp 204.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini