Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bursa Asia Menguat Pada Rabu (19/6) Pagi, Mengekor Wall Street

 

Bursa Asia menguat pada perdagangan Rabu (19/6) pagi, mengekor kenaikan Wall Street yang terdongkrak oleh lonjakan harga saham produsen chip. Pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 naik 235,18 poin atau 0,61% ke 37.715,86, Hang Seng naik 140,67 poin atau 0,27% ke 18.056,22.

Taiex naik 237,13 poin atau 0,95% ke 22.983,80, Kospi naik 26,40 poin atau 0,96% ke 2.790,32, ASX 200 turun 4,28 poin atau 0,06% ke 7,774,20, Straits Times naik 20,55 poin atau 0,62% ke 3.323,35 dan FTSE Malaysia naik 1,18 poin atau 0,08% ke 1.607,36. 

"Pasar saham Asia bersiap untuk bergerak lebih kuat hari ini, didorong oleh kenaikan di Wall Street," kata Tony Sycamore, analis pasar IG Australia Pty Ltd dalam sebuah catatat yang dikutip Bloomberg.

"Permintaan saham semikonduktor akan membantu Nikkei tetap berada di wilayah positif dan mengikis kekhawatiran ganda yaitu melonjaknya harga minyak dan rapuhnya yen." 

Di Asia, para pedagang akan mengamati pembelian surat utang pemerintah China akan terus berlanjut setelah obligasi pemerintah mencapai rekor tertinggi pada Selasa kemarin. 

Imal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun bertahan di dekat level terendah dalam lebih dari dua dekade karena data ekonomi yang beragam mendorong investor untuk memburu aset safe haven.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini