Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Wajah Bursa Asia Beragam Rabu (12/6) Pagi, Menanti Data Inflasi China dan India

 

Wajah pasar saham Asia-Pasifik bervariasi pada hari Rabu (12/6), menjelang data inflasi China dan India.

Pedagang di Asia juga akan menantikan keputusan The Fed hari ini waktu setempat, yang akan diumumkan beberapa jam setelah laporan inflasi bulan Mei.

Tingkat inflasi China untuk Mei diperkirakan akan meningkat sebesar 0,4%, sedikit lebih tinggi dari 0,3% yang tercatat pada April.

Sementara itu, tingkat inflasi India juga diperkirakan naik sedikit menjadi 4,89%, menurut jajak pendapat Reuters terhadap para ekonom, sedikit lebih tinggi dari kenaikan 4,83% pada April.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,65% pada pembukaannya. Sementara Topix mengalami kerugian lebih besar sebesar 0,7%.

Jepang diperkirakan akan melihat indeks inflasi barang korporatnya naik 2%, laju kenaikan tercepat sejak September 2023.

Namun, Kospi Korea Selatan naik 0,24%, dan Kosdaq yang berkapitalisasi kecil naik 0,84%.

Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,5%, memperpanjang kerugian dari hari Selasa.

Indeks Hang Seng Hong Kong berada di 18.018, lebih rendah dari penutupan terakhir HSI di 18.176,34. Pada level ini, indeks akan mencapai level terendah sejak 30 April.

Semalam di Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq Composite naik ke penutupan tertinggi baru, dipimpin oleh Apple yang melonjak ke rekor tertinggi.

Indeks S&P 500 naik 0,27%, ditutup pada 5.375,32 dan Nasdaq Composite naik 0,88% menjadi 17.343,55. Di sisi lain, Dow Jones Industrial Average turun 0,31%.

Pada hari Selasa, investor tampaknya mengambil keuntungan dari saham Nvidia dan beralih ke Apple, yang baru saja meluncurkan fitur-fitur baru yang dapat memicu gelombang pembaruan iPhone.

Produsen iPhone tersebut mencapai rekor tertinggi baru selama sesi tersebut — yang pertama sejak Desember lalu — melonjak hampir 7,3%. Nvidia kehilangan 0,7%.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)