Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Buyung Poetra Sembada (HOKI) Putuskan Tebar Dividen, Cek Jadwal dan Besarannya

 

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) pada Selasa, 25 Juni 2024  menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 1 per saham kepada para pemegang saham perseroan. 

Direktur HOKI Budiman Susilo menyebutkan, para pemegang saham Perseroan menyetujui pembagian sebesar Rp Rp9.677.752.680 sebagai dividen. Dengan demikian, setiap pemegang satu lembar saham akan menerima dividen sebesar Rp 1. 

Cum date dividen jatuh pada tanggal 5 Juli 2024 dengan pembayaran dividen akan dilaksanakan tanggal 26 Juli 2024.

“Sejak IPO atau penawaran perdana saham kepada publik, HOKI telah secara konsisten membagikan dividen. Ini merupakan wujud apresiasi dan komitmen kuat kami kepada para investor,” ujar Budiman, dalam Paparan Publik, Selasa (25/6). 

Pada tahun 2023 HOKI mencatatkan penjualan sebesar Rp 1,28 triliun. Angka ini lebih tinggi 38,75% dibandingkan  Rp 925,70 miliar pada tahun 2022.

Pendapatan tersebut ditopang oleh penjualan beras sebanyak Rp 1,24 triliun, kemudian disusul sewa mesin pembangkit listrik Rp 14,4 miliar, dan industri lainnya Rp 22,8 miliar. 

Meskipun terdapat kenaikan penjualan, HOKI harus membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,47 miliar. Padahal, di tahun sebelumnya HOKI masih mencetak laba bersih sebesar Rp 1,79 miliar. 

Untuk tahun 2024 ini, HOKI berupaya mengejar ketertinggalan tahun lalu dengan mengincar pertumbuhan penjualan sebesar 10% di sepanjang tahun ini. 

Budiman menyampaikan dengan memperhatikan perkembangan penjualan, tahun ini HOKI menargetkan penjualan bertumbuh sebesar 10% dengan profitabilitas yang lebih baik dibandingkan tahun lalu.

Realisasi cukup bagus di kuartal I-2024 kami juga sudah melihat ada laba juga. Jadi mudah-mudahan trennya ini akan terus bagus,” ujarnya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini