Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Analis Mega Capital Sekuritas Rekomendasi Buy Saham BRIS, EXCL, ASSA, MBMA dan MIKA

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah ke bawah level 6.900, tepatnya di posisi 6.855,69. IHSG mencapai level tersebut usai terjun 65,85 poin atau turun 0,95% pada perdagangan kemarin (11/6).

Head of Research Mega Capital Sekuritas (InvestasiKu) Cheril Tanuwijaya mengamati bahwa pelemahan IHSG kemarin sejalan dengan berlanjutnya trend koreksi harga di bursa regional Asia. Sementara bursa saham global melemah menanti arah kebijakan The Fed.

Mayoritas bursa saham global mencatat pelemahan menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) periode Mei yang diperkirakan melambat, tapi masih tinggi.

Namun, Indeks S&P 500 dan Nasdaq menguat hingga mencetak rekor harga tertinggi, setelah Apple mengumumkan kerja sama dengan ChatGPT untuk membuat berbagai fitur kecerdasan buatan pada perangkat Apple.

"Hal ini turut diikuti oleh penguatan saham-saham teknologi seiring meningkatnya optimisme investor pada perkembangan teknologi kecerdasan buatan," terang Cheril dalam riset yang disiarkan Rabu (12/6).

Dari harga komoditas, harga minyak acuan Bren melanjutkan penguatannya kembali sebesar +0.28% ke level US$ 82.13 pada Selasa (11/6).

Energy Information Adminitration (EIA) memperkirakan rekor yang lebih besar untuk produksi minyak AS dan permintaan global pada tahun 2024.

Produksi minyak AS diperkirakan akan tumbuh sekitar 310.000 barel per hari (bpd) menjadi 13.24 juta bpd tahun ini, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya pada bulan Mei.

Dari sisi permintaan, konsumsi minyak mentah dan bahan bakar cair dunia diperkirakan meningkat sebesar 1.1 juta bpd menjadi 103 juta bpd tahun ini.

Kembali ke bursa dalam negeri, Cheril mengamati secara teknikal IHSG telah melemah dari EMA 5 jangka pendek didukung momentum stochastic yang juga di area oversold. Sehingga IHSG berpeluang melanjutkan koreksi dengan rentang area 6.823 - 6.900.

Cheril memprediksi area support berada di level 6.823, 6.798 dan 6.760. Sedangkan resistance berada di area 6.900, 6.940 dan 6.970. Berikut rekomendasi saham yang secara teknikal menarik dicermati:

1. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

Analisa:

BRIS saat ini sedang membentuk pola falling wedge dengan potensi penembusan resistance upper trendline dari pola tersebut, didukung oleh penurunan volume dan stochastic yang berada di area oversold.

Rekomendasi buy dengan entry level Rp 2.130 - Rp 2.170

Take Profit: Rp 2.190 - Rp 2.250

Stoploss: Rp 2.080.

2.  PT XL Axiata Tbk (EXCL)

Analisa:

EXCL sedang membentuk doji candle pada support lower bollinger band sehingga harga berpeluang rebound ke area resistance mid band, didukung oleh stochastic yang melakukan golden cross.

Rekomendasi buy dengan entry level Rp 2.190 - Rp 2.230

Take Profit: Rp 2.250 - Rp 2.300

Stoploss: Rp 2.160.

3.  PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA)

Analisa:

ASSA sedang berada pada support minor uptrend channel dengan membentuk doji candle sehingga harga berpotensi menguat dari support tersebut, didukung oleh momentum stochastic yang telah keluar dari area oversold.

Rekomendasi buy dengan entry level Rp 745 - Rp 755

Take Profit: Rp 765 - Rp 785

Stoploss: Rp 730.

4.  PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)

Analisa:

MBMA sedang membentuk bullish marubozu pada support lower uptrend channel didukung dengan stochastic yang bergerak divergence dengan harga. Hal ini mengindikasikan bahwa harga berpeluang melanjutkan penguatan ke resistance selanjutnya.

Rekomendasi buy dengan entry level Rp 575 - Rp 605

Take Profit: Rp 615 - Rp 645

Stoploss: Rp 555.

5.  PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA)

Analisa:

MIKA telah menembus middle line dari uptrend channel sehingga harga berpeluang menguji area resistance dengan dukungan stochastic yang bergerak menguat dan pembentukan bullish hammer pada harga.

Rekomendasi buy dengan entry level Rp 2.990 - Rp 3.070

Take Profit: Rp 3.100 - Rp 3.170

Stoploss: Rp 2.990.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini