Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Bursa Asia Bervariasi, Pasar Menanti Data dari China dan Jepang

 

Bursa Asia dibuka bervariasi dengan kecenderungan menguat pada hari ini. Jumat (7/6), pukul 08.23 WIB, indeks Nikkei 225 turun 0,08% ke 38.672,43. Sedangkan, indeks Hang Seng menguat 0,46% ke 18.562,48.

Sementara itu, indeks Taiex turun 0,24% menjadi 21.850,77. Sementara itu, Kospi menguat 0,81% ke 2.711,38 dan indeks S&P/ASX 200 naik 0,20% ke 7.837,1.

Di sisi lain, FTSE Straits Times naik 0,24% ke 3.338,8. Sedangkan FTSE Malay terlihat menguat 0,27% ke 1.619,14.

Bursa Asia cenderung menguat karena investor menunggu data ekonomi utama dari China dan Jepang. Selain itu, pasar juga menilai penurunan suku bunga European Central Bank (ECB).

Ekspor China pada bulan Mei 2024 diperkirakan akan melonjak 6% YoY, menurut jajak pendapat para ekonom Reuters, naik dari kenaikan 1,5% yang terlihat pada bulan April.

Impor China juga diperkirakan meningkat 4,2% YoY, lebih lambat dibandingkan kenaikan 8,4% di bulan April.

Jepang juga merilis angka pengeluaran rumah tangga untuk bulan April 2024, sebuah metrik utama untuk menilai apakah “siklus baik” yang diharapkan Bank of Japan berupa kenaikan upah dan harga sedang berlangsung.

Pengeluaran konsumsi bulanan rata-rata per rumah tangga pada bulan April adalah 313.300 yen, naik 3,4% secara nominal dan naik 0,5% secara riil. Hal ini menandai kenaikan pertama dalam belanja rumah tangga riil sejak Februari 2023.

Gaji di bulan April adalah hal yang penting untuk diperhatikan karena kenaikan upah biasanya mulai berlaku pada bulan ini ketika perusahaan-perusahaan Jepang memulai kembali tahun keuangan mereka.

Semalam di AS, pasar masih dalam kisaran terbatas karena para pedagang menantikan laporan nonfarm payrolls bulan Mei yang akan dirilis pada hari Jumat, dengan investor mencari tanda-tanda melemahnya pasar tenaga kerja, yang dapat mendukung penurunan suku bunga dari Federal Reserve.

Indeks S&P 500 ditutup melemah tipis, setelah mencapai level tertinggi intraday sepanjang masa pada hari sebelumnya. Indeks Nasdaq Composite juga melemah 0,09%, dan Dow Jones Industrial Average naik 0,2%.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)