Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Rupiah Spot Dibuka Menguat Tipis ke Rp 16.281 Per Dolar AS di Hari Ini (6/6)

 

Nilai tukar rupiah di pasar spot bergerak tipis di awal perdagangan hari ini. Kamis (6/6), rupiah spot dibuka di level Rp 16.281 per dolar Amerika Serikat (AS).

Ini membuat rupiah menguat tipis 0,04% dibandingkan dengan penutupan Rabu (5/6) yang berada di Rp 16.287 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan seluruh mata uang di kawasan.

Hingga pukul 09.00 WIB, won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah melonjak 0,55%.

Selanjutnya, yen Jepang dan baht Thailand yang sama-sama terapresiasi 0,3%. Disusul, peso Filipina yang terkerek 0,25%.

Berikutnya, dolar Singapura terlihat menanjak 0,24%. Lalu ada dolar Taiwan yang terangkat 0,21% serta ringgit Malaysia yang naik 0,11%.

Kemudian, yuan China terkerek 0,06% dan dolar Hongkong menguat tipis 0,04% terhadap the greenback.

Komentar