Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

MNC Sekuritas: Buy on Weakness Saham BRIS, DOID, SMGA, dan TLKM untuk Kamis

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,08% atau turun 5.594 poin menuju level 6.850,097 pada perdagangan Rabu (12/6). 

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyampaikan, pergerakan IHSG terkoreksi dan disertai dengan munculnya volume penjualan.IHSG pun menembus area support di 6.843. 

Dengan demikian, dia mengatakan bahwa IHSG masih rawan melanjutkan koreksinya menguji 6.742-6.794 untuk membentuk wave [v] dari wave C dari wave (2). 

“Meskipun begitu, tidak menutup kemungkinan adanya penguatan dalam jangka pendek untuk menguji ke level 6.863 hingga 6.890,” kata Herditya dalam riset hariannya, Kamis (13/6).

Herditya memproyeksi, pada perdagangan hari ini, Kamis (12/6) IHSG akan berada di kisaran support 6.760 - 6.812 dan resistance di sekitar 6.932 - 7.032.

Berikut rekomendasi saham MNC Sekuritas yang secara teknikal menarik untuk dicermati, pada perdagangan hari ini: 

1. Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS)

BRIS terkoreksi 0,92% ke 2.150 disertai dengan munculnya volume penjualan. Saat ini,  diperkirakan posisi BRIS sedang berada di akhir wave [v] dari wave C dari wave (4), sehingga koreksi BRIS akan relatif terbatas dan berpeluang menguat.

Rekomendasi: Buy on Weakness

Target harga: Rp 2.250 - Rp 2.380

Stoploss: Di bawah Rp 1.995

2. PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID)

DOID menguat ke 510 disertai dengan munculnya volume pembelian. Saat ini, diperkirakan, posisi DOID sedang berada di akhir wave (a) dari wave [b], sehingga koreksi DOID relatif terbatas dan berpeluang menguat untuk membentuk wave (b).

Rekomendasi: Buy on Weakness

Target harga: Rp 545 - Rp 555

Stoploss: Di bawah Rp 482

3. PT Sumber Mineral Global Abadi Tbk (SMGA)

SMGA terkoreksi 1,12% ke 88 disertai dengan munculnay volume penjualan. Herditya memperkirakan, posisi SMGA saat ini sedang berada pada bagian dari wave [y] dari wave B, sehingga SMGA masih rawan melanjutkan koreksinya terlebih dahulu.

Rekomendasi: Buy on Weakness

Target harga: Rp 93 - Rp 102

Stoploss: Di bawah Rp 72

4. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

TLKM menguat 1,39% ke 2.920 disertai dengan munculnya volume pembelian, namun penguatannya masih tertahan oleh MA20. Saat ini, posisi TLKM diperkirakan sedang berada diakhir wave [ii] dari wave 1, sehingga koreksi TLKM akan relatif terbatas.

Rekomendasi: Buy on Weakness

Target harga: Rp 3.010 - Rp 3.190

Stoploss: Di bawah Rp 2.720

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini