Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Ada Proyek Gasifikasi, Bumi Resources (BUMI) Minta Kepastian Insentif

 

Emiten tambang batubara dengan produksi terbesar di Indonesia, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) meminta pemberian insentif fiskal dan nonfiskal kepada pemerintah untuk melanjutkan kerja sama ke tahap berikutnya.

Direktur Independen merangkap Corporate Secretary BUMI Dileep Srivastava mengatakan, saat ini BUMI sedang finalisasi kerjasama pembangunan fasilitas gasifikasi batubara dengan mitra strategis dari China.

"Finalisasi kerjasama ini memerlukan dukungan dari Pemerintah berupa kepastian pemberian insentif fiskal dan non-fiskal," ungkapnya kepada KONTAN, Senin (24/6).

Untuk itu, lanjut Dileep, dukungan tersebut menjadi prasyarat yang diminta oleh mitra strategis sebelum melanjutkan kerjasama ke tahap berikutnya. Adapun, saat ini BUMI masih fokus menjajaki kerjasama dengan mitra strategis dari China ini, belum ada penjajakan lebih lanjut dengan calon mitra strategis lainnya.

Memang, agenda hilirisasi batubara ini diperlukan insentif, pendanaan, dan percepatan dengan undang-undang yang memungkinkan untuk proyek-proyek hilirisasi, seperti yang ada di India.

Catatan Kontan, BUMI melalui dua anak usahanya, PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia saat ini terlibat dalam proyek hilirisasi batubara. Produsen batubara terbesar ini berecana ikut serta dalam gasifikasi batubara menjadi amonia yang akan groundbreaking pada 2024 ini.

BUMI terbuka untuk bekerja sama dengan pihak mana pun yang berminat menjalankan proyek hilirisasi ini. Dalam pemilihan mitra bisnis, BUMI akan mempertimbangkan berbagai aspek seperti teknologi, pembaharuan, dan pendanaan hijau.

Selain itu, BUMI juga akan melihat potensi keuntungan dari insentif yang diberikan oleh pemerintah untuk menggarap proyek yang berbeda dengan proyek lainnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)