Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Mantan Petinggi Pemberontak ETA Spanyol Dibekuk di Prancis


Mantan petinggi kelompok pemberontak separatis Basque (ETA), Josu Ternera, dilaporkan ditangkap di Pegunungan Alpen oleh Garda Sipil Spanyol dan Dinas Intelijen Prancis. Dia menjadi buronan sejak 2002.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol melaporkan Ternera yang dulunya adalah kepala politik ETA ditangkap pada Kamis (16/5) dini hari waktu setempat di Sallanches, Pegunungan Alpen.
Pihak berwenang telah mencari keberadaan pria bernama asli JosƩ Antonio Urruticoetxea Bengoetxea karena didakwa atas kasus kejahatan kemanusiaan.

Ternera menjadi incaran aparat akibat keterlibatannya dalam penyerangan polisi di utara kota Zaragoza pada 1987 yang menewaskan 11 orang termasuk anak-anak.


Ternera sebelumnya telah menyampaikan "deklarasi terakhir" yang mengumumkan grup separatis ETA sepenuhnya dibubarkan sejak Mei 2018. Ia juga sempat melakukan negosiasi dengan pemerintahan Spanyol.
Akan tetapi, dia akhirnya diasingkan pada 2006 setelah perundingan tersebut gagal karena kalah dari kelompok garis keras.

Kelompok separatis ETA atau "Euskadi ta Askatasuna" yang berarti "Tanah Air Basque dan Kebebasan" telah menewaskan lebih dari 850 orang. Insiden tersebut merupakan akibat dari aksi kekerasan oleh kelompok ETA guna membentuk suatu negara merdeka di wilayah utara Spanyol dan selatan Prancis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini