Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Mantan Petinggi Pemberontak ETA Spanyol Dibekuk di Prancis


Mantan petinggi kelompok pemberontak separatis Basque (ETA), Josu Ternera, dilaporkan ditangkap di Pegunungan Alpen oleh Garda Sipil Spanyol dan Dinas Intelijen Prancis. Dia menjadi buronan sejak 2002.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol melaporkan Ternera yang dulunya adalah kepala politik ETA ditangkap pada Kamis (16/5) dini hari waktu setempat di Sallanches, Pegunungan Alpen.
Pihak berwenang telah mencari keberadaan pria bernama asli JosƩ Antonio Urruticoetxea Bengoetxea karena didakwa atas kasus kejahatan kemanusiaan.

Ternera menjadi incaran aparat akibat keterlibatannya dalam penyerangan polisi di utara kota Zaragoza pada 1987 yang menewaskan 11 orang termasuk anak-anak.


Ternera sebelumnya telah menyampaikan "deklarasi terakhir" yang mengumumkan grup separatis ETA sepenuhnya dibubarkan sejak Mei 2018. Ia juga sempat melakukan negosiasi dengan pemerintahan Spanyol.
Akan tetapi, dia akhirnya diasingkan pada 2006 setelah perundingan tersebut gagal karena kalah dari kelompok garis keras.

Kelompok separatis ETA atau "Euskadi ta Askatasuna" yang berarti "Tanah Air Basque dan Kebebasan" telah menewaskan lebih dari 850 orang. Insiden tersebut merupakan akibat dari aksi kekerasan oleh kelompok ETA guna membentuk suatu negara merdeka di wilayah utara Spanyol dan selatan Prancis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025