Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Mantan Petinggi Pemberontak ETA Spanyol Dibekuk di Prancis


Mantan petinggi kelompok pemberontak separatis Basque (ETA), Josu Ternera, dilaporkan ditangkap di Pegunungan Alpen oleh Garda Sipil Spanyol dan Dinas Intelijen Prancis. Dia menjadi buronan sejak 2002.

Kementerian Dalam Negeri Spanyol melaporkan Ternera yang dulunya adalah kepala politik ETA ditangkap pada Kamis (16/5) dini hari waktu setempat di Sallanches, Pegunungan Alpen.
Pihak berwenang telah mencari keberadaan pria bernama asli JosƩ Antonio Urruticoetxea Bengoetxea karena didakwa atas kasus kejahatan kemanusiaan.

Ternera menjadi incaran aparat akibat keterlibatannya dalam penyerangan polisi di utara kota Zaragoza pada 1987 yang menewaskan 11 orang termasuk anak-anak.


Ternera sebelumnya telah menyampaikan "deklarasi terakhir" yang mengumumkan grup separatis ETA sepenuhnya dibubarkan sejak Mei 2018. Ia juga sempat melakukan negosiasi dengan pemerintahan Spanyol.
Akan tetapi, dia akhirnya diasingkan pada 2006 setelah perundingan tersebut gagal karena kalah dari kelompok garis keras.

Kelompok separatis ETA atau "Euskadi ta Askatasuna" yang berarti "Tanah Air Basque dan Kebebasan" telah menewaskan lebih dari 850 orang. Insiden tersebut merupakan akibat dari aksi kekerasan oleh kelompok ETA guna membentuk suatu negara merdeka di wilayah utara Spanyol dan selatan Prancis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025