Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Duterte Ancam Kirim Balik 100 Kontainer Sampah Kanada


Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, memerintahkan agar 100 kontainer sampah busuk yang dibuang ke negaranya pada 2013 dan 2014 lalu dikembalikan ke Kanada.

Juru bicara Duterte memperingatkan Ottawa, jika pihaknya tidak secara resmi menerima pengiriman kembali sampah-sampah itu, Filipina akan membuangnya ke wilayah perairan Kanada.

Tumpukan sampah tersebut dikirimkan oleh perusahaan Kanada ke pelabuhan Filipina. Sampah busuk tersebut salah diberi label sebagai sampah daur ulang.

Kanada beralasan bahwa kumpulan sampah itu akan didaur ulang. Namun, sampah tersebut ternyata terdiri dari popok, koran, dan botol minum yang tidak dapat didaur lagi.
Sebelumnya, Ottawa sempat melakukan perubahan terkait rencana penarikan kembali kontainer sampah tersebut yang akhirnya memicu pertikaian diplomatik Kanada dan Filipina.

Alhasil, Duterte memutuskan untuk menarik duta besarnya dari Ottawa pekan lalu karena Kanada melewatkan batas waktu 15 Mei untuk mengambil kembali sampah-sampah tersebut.

Salvador Panelo selaku juru bicara Duterte mengatakan bahwa presiden telah memerintahkan untuk mencari perusahaan pengiriman yang akan membawa sampah tersebut kembali ke Kanada.

"Jika Kanada tidak menerima sampah itu, kami akan menempatkannya di wilayah perairan atau 12 mil laut dari garis dasar pantai negara mereka," kata Panelo.
Tindakan ini sejalan dengan pidato Duterte pada April lalu, ketika ia mengancam akan secara sepihak mengirim sampah-sampah itu ke Kanada.


Ia menegaskan, "Mari kita bertarung dengan Kanada. Saya akan mendeklarasikan perang melawan Kanada."

Duterte juga membatalkan kontrak militer Filipina bernilai $235 juta atau setara Rp3,3 triliun pada tahun lalu untuk membeli 16 helikopter militer dari pabrik di Kanada.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025