Bursa Asia Beragam, Mayoritas Indeks Naik pada Selasa (28/4) Pagi

  Bursa Asia dibuka beragam pada perdagangan Selasa (28/4/2026), dengan mayoritas indeks naik. Mengutip Bloomberg, pukul 08.27 WIB, indeks Nikkei 225 turun 331,95 poin atau 0,57% ke 60.196,23, Hang Seng turun 111,28 poi atau 0,43% ke 25.814,37, Taiex naik 86,36 poin atau 0,21% ke 39.699,70, Kospi naik 87,32 poin atau 1,31% ke 6.701,95, ASX 200 turun 42,95 poin atau 0,49% ke 8.723,40, Straits Times naik 33,30 poin atau 0,68% ke 4.925,12 dan FTSE Malaysia naik 9.30 poin atau 0,54% ke 1.726,57. Bursa Asia bergerak variasi namun masih bertahan di dekat level tertinggi sejak akhir Februari karena para pedagang menanti katalis baru dari Timur Tengah, serta serangkaian keputusan bank sentral dan pendapatan dari perusahaan-perusahaan teknologi besar pekan ini. Mengutip Bloomberg, bank sentral di dunia secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya. Investor kini mengalihkan fokus ke laporan pendapatan raksasa teknologi untuk menguji apakah reli saham baru-baru ini ...

Duterte Ancam Kirim Balik 100 Kontainer Sampah Kanada


Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, memerintahkan agar 100 kontainer sampah busuk yang dibuang ke negaranya pada 2013 dan 2014 lalu dikembalikan ke Kanada.

Juru bicara Duterte memperingatkan Ottawa, jika pihaknya tidak secara resmi menerima pengiriman kembali sampah-sampah itu, Filipina akan membuangnya ke wilayah perairan Kanada.

Tumpukan sampah tersebut dikirimkan oleh perusahaan Kanada ke pelabuhan Filipina. Sampah busuk tersebut salah diberi label sebagai sampah daur ulang.

Kanada beralasan bahwa kumpulan sampah itu akan didaur ulang. Namun, sampah tersebut ternyata terdiri dari popok, koran, dan botol minum yang tidak dapat didaur lagi.
Sebelumnya, Ottawa sempat melakukan perubahan terkait rencana penarikan kembali kontainer sampah tersebut yang akhirnya memicu pertikaian diplomatik Kanada dan Filipina.

Alhasil, Duterte memutuskan untuk menarik duta besarnya dari Ottawa pekan lalu karena Kanada melewatkan batas waktu 15 Mei untuk mengambil kembali sampah-sampah tersebut.

Salvador Panelo selaku juru bicara Duterte mengatakan bahwa presiden telah memerintahkan untuk mencari perusahaan pengiriman yang akan membawa sampah tersebut kembali ke Kanada.

"Jika Kanada tidak menerima sampah itu, kami akan menempatkannya di wilayah perairan atau 12 mil laut dari garis dasar pantai negara mereka," kata Panelo.
Tindakan ini sejalan dengan pidato Duterte pada April lalu, ketika ia mengancam akan secara sepihak mengirim sampah-sampah itu ke Kanada.


Ia menegaskan, "Mari kita bertarung dengan Kanada. Saya akan mendeklarasikan perang melawan Kanada."

Duterte juga membatalkan kontrak militer Filipina bernilai $235 juta atau setara Rp3,3 triliun pada tahun lalu untuk membeli 16 helikopter militer dari pabrik di Kanada.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)