Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Korban Tewas Insiden Pesawat Aeroflot di Rusia Capai 41 Orang


Korban meninggal dalam kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 milik maskapai Rusia, Aeroflot, di Bandara Sheremetyevo Moskow mencapai 41 orang. Sedangkan korban luka mencapai 11 orang.

Seperti dilansir Reuters, Senin (6/5), pesawat yang sedang mengangkut 78 orang itu dilaporkan mendarat dengan tidak mulus (hard landing) di bandara dan mesinnya terbakar. Burung besi itu sedang dalam perjalanan menuju kota Murmansk.
Pesawat dengan nomor penerbangan Su-1492 itu sempat mengudara selama sekitar 30 menit, dan meminta kembali karena mengalami gangguan teknis pada pukul 18.02 waktu setempat.

Mereka sempat berputar dua kali sebelum mendarat. Ketika sampai di landasan, saksi menyatakan terdapat serpihan yang masuk ke mesin dan memicu kebakaran.


Saat itu tangki bahan bakar pesawat masih dalam kondisi penuh. Sampai saat ini penyebab kecelakaan itu masih diselidiki.

Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com



Proses evakuasi sempat mengalami kendala karena dilaporkan sejumlah penumpang memilih menyelamatkan barang bawaan masing-masing.
Sukhoi Superjet 100 adalah pesawat penumpang buatan Rusia yang menjadi simbol kebangkitan industri dirgantara sipil setelah Uni Soviet bubar. Burung besi ini mulai digunakan sejak delapan tahun lalu.

Supaya pesawat itu laku, Rusia memberi imbalan subsidi bagi maskapai dalam negeri yang mau menggunakannya. Aeroflot, yang sempat tertatih-tatih setelah Uni Soviet berakhir, menjadi pengguna terbesar pesawat itu. Mereka juga mengoperasikan armada Boeing dan Airbus.

Beberapa maskapai Meksiko juga menggunakan Sukhoi Superjet 100 untuk penerbangan dalam negeri.

Akan tetapi, pesawat jenis ini diragukan tingkat keamanannya karena pada Desember 2016 lalu sempat dilarang terbang. Keputusan itu diambil setelah ditemukan ada cacat pada bagian ekor.
Tujuh tahun lalu, pesawat itu jatuh di Gunung Salak, Jawa Barat, ketika sedang unjuk kebolehan. Insiden itu menewaskan 45 orang penumpang dan awak.

Dengan kejadian ini, beberapa pihak mendesak supaya Rusia melarang terbang dan tidak membuat pesawat itu lagi. Meski begitu, sejumlah pejabat bidang penerbangan sipil di Rusia menyatakan belum berniat kembali melarang terbang Sukhoi Superjet.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini