Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Simak Rekomendasi Saham Pilihan dari Analis untuk Perdagangan Senin (17/2)

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan memulai perdagangan pekan ini, Senin (17/2) dari posisi 6.638,45. Level ini didapat usai IHSG mengalami penguatan 0,38% pada akhir pekan lalu, Jumat (14/2).

Meski menguat di akhir pekan, tapi IHSG masih dalam tren melemah. IHSG mengakumulasi penurunan 1,54% sepanjang pekan lalu. Investment Analyst Edvisor Profina Visindo Indy Naila mengamati posisi IHSG yang bergerak cenderung sideways poda akhir pekan lalu.

Menurut Indy, investor masih merespons sentimen eksternal. Termasuk merespons data inflasi Amerika Serikat (AS) yang menguat ke level 3%, serta data Producer Price Index (PPI) AS yang stabil di level 3,5%. Sementara di dalam negeri minim sentimen untuk menggerakkan IHSG.

Indy pun memprediksi IHSG akan menguji resistance 6.758 dan support di area 6.537 pada perdagangan Senin (17/2). "Investor akan mencermati data retail sales AS dan neraca perdagangan Indonesia," kata Indy kepada Kontan.co.id, Senin (17/2).

Secara teknikal, Analis RHB Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi melihat dari perdagangan sebelumnya IHSG melakukan rebound dan breakout resistance garis MA5 dengan doji candle dan volume rendah. Selama di atas garis MA5, maka IHSG berpeluang kembali rebound

IHSG bisa menguji resistance garis MA20 sekaligus resistance bearish channel-nya.

"Namun jika kembali breakdown garis MA5 maka berpeluang untuk kembali melakukan koreksi dan membuat lower low level untuk menyelesaikan target breakdown descending triangle-nya," terang Wafi.

Wafi memprediksi pergerakan IHSG akan berada di area 6.550 hingga 6.750. Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memprediksi IHSG cenderung akan melanjutkan tren naik jangka pendek, dengan target di level 6.745, apabila IHSG masih bergerak di atas support minor 6.593.

Sedangkan jika IHSG menembus di bawah 6.593, maka ada peluang koreksi untuk menguji area support 6.510 - 6.525. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus melihat potensi IHSG menguat terbatas dengan support dan resistance di area 6.560 - 6.660.

Berikut rekomendasi saham pilihan analis untuk perdagangan hari ini, Senin (17/2):

Rekomendasi Saham dari Edvisor Profina Visindo:

1. PT Indika Energy Tbk (INDY)

Harga penutupan: Rp 1.510

Support: Rp 1.425

Resistance: Rp 1.600

Target harga: Rp 1.800.

2. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

Harga penutupan: Rp 5.125

Support: Rp 4.750

Resistance: Rp 5.900

Target harga: Rp 6.100

3. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI)

Harga penutupan: Rp 4.370

Support: Rp 4.050

Resistance: Rp 4.800

Target harga: Rp 5.200.

Komentar