Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Ini Alasan Mayora Indah (MYOR) Tutup Anak Usaha di Luar Negeri

 

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mengumumkan likuidasi salah satu entitas anak perusahaan yakni Mayora Nederland B.V, yang berdomisili di Belanda. 

Corporate Secretary MYOR Yuni Gunawan menjelaskan Mayora Nederland B.V pada awalnya didirikan dengan tujuan utama untuk menerbitkan global bonds dalam mata uang asing. 

Namun, seiring waktu, MYOR menilai bahwa fluktuasi nilai tukar, khususnya dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah memberikan tantangan dalam pengelolaan risiko keuangan.

"Sebagai langkah strategis, MYOR memutuskan untuk tidak lagi melakukan penarikan pinjaman dalam mata uang asing dan fokus sepenuhnya pada pinjaman dalam mata uang rupiah," kata Yuni dalam keterangan resmi yang diterima Kontan, Rabu (22/1).

Yuni bilang keputusan ini sejalan dengan kebijakan MYOR untuk mengurangi risiko nilai tukar dan mendukung stabilitas keuangan perusahaan.

Oleh karena itu, dengan mempertimbangkan perubahan strategi ini, MYOR melihat bahwa keberadaan Mayora Nederland B.V tidak lagi relevan dengan kebutuhan operasional saat ini. 

"Penutupan Mayora Nederland B.V tidak berpengaruh terhadap kegiatan usaha MYOR," tambah Yuni.

Melansir laporan keuangannya, MYOR membukukan penjualan bersih sebesar Rp 25,63 triliun hingga kuartal III 2024. Ini naik 11,99% year on year (yoy) bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 25,63 triliun.

Selain itu, MYOR juga mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 2,01 triliun per kuartal III-2024, turun tipis 0,52% dari posisi yang sama di kuartal III-2023 sebesar Rp 2,02 triliun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini