Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Dewi Shri Farmindo (DEWI) Proyeksikan Penjualan Tumbuh 50% di Kuartal I-2025

 

PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI) memproyeksikan akan terjadi peningkatan penjualan sebesar 50% pada kuartal I-2025 dibandingkan periode yang sama di 2024. 
Optimisme ini didorong oleh momentum hari raya Idul Fitri yang biasanya menjadi puncak permintaan produk ayam, serta kontribusi signifikan dari segmen frozen food. 

Direktur Utama Dewi Shri Farmindo Aditiya Fajar Junus mengatakan salah satu faktor utama yang mendorong proyeksi kenaikan penjualan adalah peningkatan permintaan karkas menjelang dan selama hari raya Idul Fitri.

Dia memproyeksikan, permintaan karkas akan melonjak signifikan, seiring dengan tradisi masyarakat yang menyajikan hidangan berbahan dasar ayam selama perayaan

"Kami telah mempersiapkan kapasitas produksi dan distribusi untuk memastikan pasokan yang memadai selama periode tersebut," jelas Aditiya dalam keterangannya, Rabu (19/2). 

Selain penjualan karkas, DEWI juga mencatat pertumbuhan segmen frozen food. Produk-produk olahan ayam beku, seperti nugget, sosis, dan chicken wings. 

DEWI menargetkan makanan beku ini akan berkontribusi sebesar 9% terhadap total penjualan pada Kuartal I-2025. Ini sejalan dengan minat konsumen dengan produk yang praktis dan punya daya tahan lama.

"Dengan terus melakukan inovasi produk dan ekspansi pasar, kami yakin segmen ini akan semakin berkontribusi terhadap kinerja perusahaan," ucap Aditiya. 

Meski optimistis dengan proyeksi penjualan, DEWI juga menyadari adanya tantangan seperti fluktuasi harga pakan dan persaingan yang ketat di industri perunggasan.

Untuk mengatasi hal tersebut, lanjut Aditiya, DEWI telah melakukan efisiensi produksi dan memperkuat rantai pasok agar dapat menjaga stabilitas harga dan kualitas produk.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025