Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Dewi Shri Farmindo (DEWI) Proyeksikan Penjualan Tumbuh 50% di Kuartal I-2025

 

PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI) memproyeksikan akan terjadi peningkatan penjualan sebesar 50% pada kuartal I-2025 dibandingkan periode yang sama di 2024. 
Optimisme ini didorong oleh momentum hari raya Idul Fitri yang biasanya menjadi puncak permintaan produk ayam, serta kontribusi signifikan dari segmen frozen food. 

Direktur Utama Dewi Shri Farmindo Aditiya Fajar Junus mengatakan salah satu faktor utama yang mendorong proyeksi kenaikan penjualan adalah peningkatan permintaan karkas menjelang dan selama hari raya Idul Fitri.

Dia memproyeksikan, permintaan karkas akan melonjak signifikan, seiring dengan tradisi masyarakat yang menyajikan hidangan berbahan dasar ayam selama perayaan

"Kami telah mempersiapkan kapasitas produksi dan distribusi untuk memastikan pasokan yang memadai selama periode tersebut," jelas Aditiya dalam keterangannya, Rabu (19/2). 

Selain penjualan karkas, DEWI juga mencatat pertumbuhan segmen frozen food. Produk-produk olahan ayam beku, seperti nugget, sosis, dan chicken wings. 

DEWI menargetkan makanan beku ini akan berkontribusi sebesar 9% terhadap total penjualan pada Kuartal I-2025. Ini sejalan dengan minat konsumen dengan produk yang praktis dan punya daya tahan lama.

"Dengan terus melakukan inovasi produk dan ekspansi pasar, kami yakin segmen ini akan semakin berkontribusi terhadap kinerja perusahaan," ucap Aditiya. 

Meski optimistis dengan proyeksi penjualan, DEWI juga menyadari adanya tantangan seperti fluktuasi harga pakan dan persaingan yang ketat di industri perunggasan.

Untuk mengatasi hal tersebut, lanjut Aditiya, DEWI telah melakukan efisiensi produksi dan memperkuat rantai pasok agar dapat menjaga stabilitas harga dan kualitas produk.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)