Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Bursa Asia Dibuka Melemah pada Selasa Tersengat Sentimen Tarif Trump

 

Bursa Asia-Pasifik dibuka melemah pada hari Selasa, mengikuti kejatuhan Wall Street semalam yang dipicu oleh kekhawatiran terhadap kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. 

Sentimen pasar tertekan akibat kebijakan perdagangan tersebut, sementara investor juga mencermati keputusan suku bunga Bank of Korea.  

Di Australia, indeks S&P/ASX 200 mengalami penurunan sebesar 0,87%. Sementara itu, di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 1,34% dan Topix melemah 0,72%. 

Di Korea Selatan, indeks Kospi bergerak 0,5% lebih rendah, sedangkan Kosdaq yang berkapitalisasi kecil turun 0,44%.  

Bank sentral Korea Selatan diperkirakan memangkas suku bunga dari 3% menjadi 2,75% dalam upaya merangsang pertumbuhan ekonomi yang melambat. 

Won Korea saat ini diperdagangkan pada level 1.431,5 terhadap dolar AS. 

Sementara itu, negara tersebut juga menghadapi ketidakpastian politik yang dipicu oleh proses pemakzulan terhadap Presiden Yoon Suk Yeol setelah pemberlakuan darurat militer yang berlangsung singkat pada Desember lalu.  

Di Hong Kong, indeks berjangka Hang Seng tercatat berada pada level 22.824, lebih rendah dibandingkan penutupan terakhir indeks HSI di level 23.341,61.  

Di pasar AS, indeks saham gagal pulih dari aksi jual yang terjadi pada Jumat lalu. Indeks pasar secara keseluruhan turun 0,5% dan ditutup pada level 5.983,25. Nasdaq Composite mengalami penurunan 1,21% dan berakhir di level 19.286,92. 

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average justru naik tipis 33,19 poin atau 0,08%, ditutup pada level 43.461,21.  

Kekhawatiran terkait perang dagang yang berlanjut terus membebani sentimen pasar.

Trump pada hari Senin mengumumkan bahwa tarif terhadap Kanada dan Meksiko akan mulai diterapkan setelah masa penundaan satu bulan berakhir pada pekan depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)