Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Rupiah Spot Menguat 0,15% ke Level Rp 16.347 per Dolar AS, Rabu (26/2)

 

Mata uang rupiah pagi ini dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot setelah sehari sebelumnya ditutup melemah.

Mengutip Bloomberg, Rabu (26/2/2025), rupiah di pasar spot bertambah 24 poin atau menguat 0,15% ke level Rp 16.347 per dolar AS pada pukul 09.01 WIB.

Pada perdagangan Selasa (25/2) rupiah di pasar spot turun 0,57% di level Rp 16.371 per dolar AS. Semetara rupiah di Jisdor Bank Indonesia (BI) melemah 0,07% ke Rp 16.316 per dolar AS.

Sebelumnya, Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, pelemahan rupiah akibat sentimen perang dagang yang kembali menguat pasca pemerintahan Donald Trump mempertimbangkan kebijakan lebih ketat untuk menahan impor semi konduktor AS dari China.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menambahkan, rupiah juga tertekan di tengah sentimen risk off kekhawatiran seputar tarif Trump terhadap Kanada dan Meksiko. 

Karenanya, rupiah diperkirakan melanjutkan pelemahan pada Rabu (26/2). Sentimen risk off di pasar ekuitas karena penurunan peringkat MSCI saham Indonesia oleh Morgan Stanley diperkirakan juga masih menekan rupiah.

Josua justru berpandangan rupiah akan menguat terbatas. Sejalan ekspektasi penurunan data keyakinan konsumen AS. 

Josua memperkirakan, rupiah di kisaran Rp 16.275–Rp 16.375. Lukman memproyeksi, rupiah di rentang Rp 16.300–Rp 16.450 per dolar AS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini