Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

IHSG Dibuka Naik ke 7.293,77 Kamis (23/1) Pagi, Perpanjang Reli 7 Hari Beruntun

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melanjutkan tren positif tujuh hari beruntun pada perdagangan Kamis (23/1).

Mengutip RTI pukul 09.15 WIB, indeks naik 0,50% atau 36,639 poin ke level 7.293,767.

Tercatat 264 saham naik, 139 saham turun, dan 202 saha stagnan. Total volume perdagangan 1,9 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 1,46 triliun.

Sebanyak 10 indeks sectoral menopang Langkah IHSG pagi ini. Tiga sector dengan kenaikan tertinggi yakni IDX-Energi 1,09%, IDX-Techno 0,86%, dan IDX-Cyclic 0,69%.

Saham-saham top gainers LQ45:

- PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik 3,05% ke Rp 3.040

- PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) naik 2,38% ke Rp 86

- PT Bank Jago Tbk (ARTO) naik 1,99% ke Rp 2.560

Saham-saham top losers LQ45:

- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun 1,13% ke Rp 3.500

- PT Bukit Asa Tbk (PTBA) turun 1,11% ke Rp 2.680

- PT Charoen Pokhand Tbk (CPIN) turun 1,04% ke Rp 4.750

Bursa saham Asia-Pasifik diperdagangkan dengan pergerakan beragam pada pagi ini, saat investor mencerna berbagai data ekonomi di kawasan tersebut.

Indeks S&P/ASX 200 Australua turun 0,42%. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,5% di awal perdagangan dan Topix menguat 0,42%.

Indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,96% dan Kosdaq turun 0,88%. Ekonomi Korea Selatan tumbuh 1,2% secara tahunan pada kuartal IV-2024, menjadi laju ekspansi paling lambat sejak kuartal II-2023.

Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,75% dan CSI 300 China menguat 1% di awal perdagangan.

Singapura dijadwalkan merilis data inflasi bulan Desember.

Sementara, Bank of Japan (BOJ) menggelar pertemuan kebijakan moneter hari ini dan besok, di mana Gubernur BOJ Kazuo Ueda telah memberikan sinyal potensi kenaikan suku bunga.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)