Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

BBRI dan BBCA Teratas, Ini 10 Saham Net Sell Terbesar Asing Kemarin, Kamis (21/2)

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tipis, melanjutkan penurunan hari sebelumnya.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) IHSG turun 0,1% ke level 6.788,04 pada penutupan perdagangan Kamis (20/2/2025).

Pada perdagangan Kamis, IHSG bergerak dengan level terendah 6.755 dan level tertinggi 6.836.

Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 18,83 miliar dengan nilai transaksi Rp 12,32 triliun.

IHSG tertekan penurunan 337 saham, sementara itu 245 saham naik dan 207 saham lainnya stagnan.

Investor asing Kembali melanjutkan net sell sebesar Rp 787,68 miliar di seluruh pasar.

Asing tercatat paling banyak melepas saham-saham big caps perbankan.

Berikut 10 saham net sell terbesar asing pada Kamis:

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 564,06 miliar
2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 196,34 miliar
3. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk ((AMRT) Rp 46,46 miliar
4. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 35,55 miliar
5. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 32,66 miliar
6. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 28,81 miliar
7. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Rp 21,36 miliar
8. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 20,79 miliar
9. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 19,38 miliar
10. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) Rp 17,77 miliar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini