Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

BBRI dan BBCA Teratas, Ini 10 Saham Net Sell Terbesar Asing Kemarin, Kamis (21/2)

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tipis, melanjutkan penurunan hari sebelumnya.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) IHSG turun 0,1% ke level 6.788,04 pada penutupan perdagangan Kamis (20/2/2025).

Pada perdagangan Kamis, IHSG bergerak dengan level terendah 6.755 dan level tertinggi 6.836.

Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 18,83 miliar dengan nilai transaksi Rp 12,32 triliun.

IHSG tertekan penurunan 337 saham, sementara itu 245 saham naik dan 207 saham lainnya stagnan.

Investor asing Kembali melanjutkan net sell sebesar Rp 787,68 miliar di seluruh pasar.

Asing tercatat paling banyak melepas saham-saham big caps perbankan.

Berikut 10 saham net sell terbesar asing pada Kamis:

1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 564,06 miliar
2. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 196,34 miliar
3. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk ((AMRT) Rp 46,46 miliar
4. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp 35,55 miliar
5. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 32,66 miliar
6. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 28,81 miliar
7. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Rp 21,36 miliar
8. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 20,79 miliar
9. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 19,38 miliar
10. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) Rp 17,77 miliar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)