Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Penjualan ORI027 Tembus Rekor Tertinggi Penerbitan SBN Ritel

 

Dalam beberapa waktu terakhir, permintaan Surat Berharga Negara (SBN) ritel seri ORI027 melesat. Bahkan, telah menggeser rekor penjualan SBN ritel tertinggi, yang saat ini diduduki ORI023 sebesar Rp 28,9 triliun.

"Penjualan ORI027 mencapai Rp 31,5 triliun per Selasa (18/02) pukul 23.59 WIB," ujar Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan, Deni Ridwan saat dikonfirmasi Kontan.co.id, Rabu (19/2).

Meski sudah melampaui target indikatif, Deni menegaskan tidak berniat menutup lebih cepat masa pemesanan ORI027 ini. Sehingga, pemesanan masih dibuka hingga hari Kamis tanggal 20 Februari pukul 10.00 WIB.

"Tujuan utamanya adalah untuk memberi kesempatan existing investors yaitu pemilik ORI021 yang jatuh tempo tanggal 15 Februari 2025 untuk bisa re-investasi ke ORI027," katanya.

Sebelumnya, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas, Ramdhan Ario Maruto menilai peningkatan penjualan yang terjadi akhir-akhir ini karena seri sebelumnya, yakni ORI021 yang jatuh tempo. Apalagi, ORI027 memiliki penawaran kupon yang lebih besar dengan ORI027-T3 menawarkan kupon 6,65% dan ORI027-T6 sebesar 6,75%.

"Selain itu, di tengah tekanan yang terjadi pada pasar saham maka instrumen surat utang yang lebih terukur risikonya menjadi pilihan," sebutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)