Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Penjualan ORI027 Tembus Rekor Tertinggi Penerbitan SBN Ritel

 

Dalam beberapa waktu terakhir, permintaan Surat Berharga Negara (SBN) ritel seri ORI027 melesat. Bahkan, telah menggeser rekor penjualan SBN ritel tertinggi, yang saat ini diduduki ORI023 sebesar Rp 28,9 triliun.

"Penjualan ORI027 mencapai Rp 31,5 triliun per Selasa (18/02) pukul 23.59 WIB," ujar Direktur Surat Utang Negara Kementerian Keuangan, Deni Ridwan saat dikonfirmasi Kontan.co.id, Rabu (19/2).

Meski sudah melampaui target indikatif, Deni menegaskan tidak berniat menutup lebih cepat masa pemesanan ORI027 ini. Sehingga, pemesanan masih dibuka hingga hari Kamis tanggal 20 Februari pukul 10.00 WIB.

"Tujuan utamanya adalah untuk memberi kesempatan existing investors yaitu pemilik ORI021 yang jatuh tempo tanggal 15 Februari 2025 untuk bisa re-investasi ke ORI027," katanya.

Sebelumnya, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas, Ramdhan Ario Maruto menilai peningkatan penjualan yang terjadi akhir-akhir ini karena seri sebelumnya, yakni ORI021 yang jatuh tempo. Apalagi, ORI027 memiliki penawaran kupon yang lebih besar dengan ORI027-T3 menawarkan kupon 6,65% dan ORI027-T6 sebesar 6,75%.

"Selain itu, di tengah tekanan yang terjadi pada pasar saham maka instrumen surat utang yang lebih terukur risikonya menjadi pilihan," sebutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini