Harga Emas Naik pada Perdagangan Kamis (5/3/2026) Pagi

  Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Kamis (5/3/2026) pagi. Pukul 07.47 WIB, harga emas untuk pengiriman April 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 5.182,30 per ons troi, naik 0,93% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 5.134,70 per ons troi. Harga emas kembali naik setelah sempat jeda koreksi. Para pembeli memanfaatkan penurunan harga untuk kembali masuk ke pasar di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik di Timur Tengah . Mengutip Bloomberg , harga emas telah naik sekitar 20% tahun ini, dan mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas US$ 5,595 pada akhir Januari. Tingginya permintaan yang didukung oleh ketegangan geopolitik dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve mendorong kenaikan harga emas. Peter Kinsella , kepala strategi forex global di UBP SA mengatakan, penurunan tajam dan taruhan bullish hedge fund dan manajer investasi seharusnya membatasi penurunan harga emas. "Saya pikir kita pasti akan melihat pemulihan harga emas,...

Simak Proyeksi IHSG dari Phintraco Sekuritas untuk Perdagangan Hari Ini (25/2)

 

. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bakal bergerak sideways pada perdagangan hari ini, Selasa (25/2).

IHSG parkir di zona merah pada perdagangan Senin (24/2). Kemarin, IHSG ditutup melemah 53,40 poin atau 0,78% ke 6.749,60 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang melihat, secara teknikal, IHSG kemarin gagal breakout resisten dinamis MA5 yang berada pada kisaran level 6.800.

“Selain itu, indikator modern MACD menunjukkan pergerakan histogram yang sideaways,” ujarnya kepada Kontan, Senin (24/2).

Hari ini, pergerakan IHSG dipengaruhi oleh sejumlah sentimen dari global dan domestik. Dari Amerika Serikat (AS), perhatian pasar akan tertuju data beberapa rilis data, yakni US Conference Board (CB) Consumer Confidence bulan Desember 2024.

Hasilnya diperkirakan akan mengalami sedikit penurunan ke level 102,10, dari level sebelumnya yang berada pada level 104,10.

Perkiraan penurunan itu dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk ketidakpastian ekonomi, inflasi yang masih menjadi perhatian, serta dinamika pasar tenaga kerja yang dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat dalam melakukan konsumsi.

“Pada hari yang sama, data House Price Index year on year (YoY) untuk bulan Desember juga akan dirilis. Sebelumnya, indeks harga rumah pada bulan November 2024 tercatat di level 4,2%,” ungkapnya.

Dari Eropa, Jerman dijadwalkan akan merilis data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV 2024 yang diperkirakan akan menunjukkan sedikit perbaikan meskipun masih berada dalam zona kontraksi.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Jerman berada di level -0,20% YoY untuk periode itu, membaik dari level sebelumnya yang berada pada -0,30% YoY di kuartal III 2024.

“Kontraksi yang terjadi pada kuartal IV 2024 akan menandai tujuh kuartal berturut-turut tanpa pertumbuhan, setelah sebelumnya mengalami penurunan sebesar 0,3% pada kuartal III 2024,” tuturnya.

Alrich pun menyarankan investor untuk memerhatikan pergerakan saham SIDO, UNTR, INDF, LSIP dan PGEO pada perdagangan hari ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025