Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Intip Saham-Saham Favorit Investor Asing Selama Sepekan Terakhir

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan akhir pekan ini, setelah sehari sebelumnya melemah.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) IHSG menguat 0,38% atau bertambah 24,89 poin ke level 6.638,45 pada penutupan perdagangan Jumat (14/2/2025).

Meski demikian, dalam sepekan perdagangan terakhir, IHSG asih merosot 1,54%. Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 14,56 miliar dengan nilai transaksi Rp 14,51 triliun. 

Ada 304 saham yang menguat, 242 saham yang melemah dan 244 saham yang stagnan.

Meski IHSG menguat, tapi investor asing mencatat net sell atau jual bersih Rp 585,29 miliar di seluruh pasar.

Akumulasi net sell asing dalam sepekan perdagangan terakhir mencapai Rp 2,93 triliun di seluruh pasar.

Kendati demikian, investor asing banyak mengoleksi saham-saham ini sepanjang pekan.

Berikut 10 saham net buy terbesar asing dalam sepekan:

1. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 183,59 miliar
2. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 102,48 miliar
3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 52,82 miliar
4. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 28,51 miliar
5. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp 25,62 miliar
6. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 25,14 miliar
7. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp 24,04 miliar
8. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp 22,88 miliar
9. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp 22,18 miliar
10. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Rp 20,91 miliar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)