Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Intip Saham-Saham Favorit Investor Asing Selama Sepekan Terakhir

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan akhir pekan ini, setelah sehari sebelumnya melemah.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) IHSG menguat 0,38% atau bertambah 24,89 poin ke level 6.638,45 pada penutupan perdagangan Jumat (14/2/2025).

Meski demikian, dalam sepekan perdagangan terakhir, IHSG asih merosot 1,54%. Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 14,56 miliar dengan nilai transaksi Rp 14,51 triliun. 

Ada 304 saham yang menguat, 242 saham yang melemah dan 244 saham yang stagnan.

Meski IHSG menguat, tapi investor asing mencatat net sell atau jual bersih Rp 585,29 miliar di seluruh pasar.

Akumulasi net sell asing dalam sepekan perdagangan terakhir mencapai Rp 2,93 triliun di seluruh pasar.

Kendati demikian, investor asing banyak mengoleksi saham-saham ini sepanjang pekan.

Berikut 10 saham net buy terbesar asing dalam sepekan:

1. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 183,59 miliar
2. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 102,48 miliar
3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 52,82 miliar
4. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 28,51 miliar
5. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) Rp 25,62 miliar
6. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 25,14 miliar
7. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) Rp 24,04 miliar
8. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) Rp 22,88 miliar
9. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) Rp 22,18 miliar
10. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) Rp 20,91 miliar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini