Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Kena Profit Taking, Harga Emas Spot Turun ke US$2.928,52 Jelang Tengah Hari (19/2)

 

Harga emas turun pada Rabu (19/2) akibat aksi ambil untung (profit-taking) setelah mencatat rekor tertinggi baru-baru ini.

Investor juga memantau perkembangan perundingan damai antara AS dan Rusia setelah pemerintahan Presiden Donald Trump sepakat untuk mengadakan lebih banyak pembicaraan mengenai penghentian perang di Ukraina.

Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,2% menjadi US$2.928,52 per ons troi pada pukul 03:38 GMT, atau hanya US$14 di bawah rekor tertinggi US$2.942,70 yang tercapai pekan lalu.

Sementara itu, harga emas berjangka AS turun 0,1% menjadi $2.945,90 per ounce.

"Potensi kenaikan emas terbatas karena putaran pertama perundingan antara AS dan Rusia mengenai kesepakatan damai di Ukraina belum menghasilkan jalur yang jelas. Jika kesepakatan yang solid tercapai, harga emas bisa turun lebih lanjut," ujar Ajay Kedia, Direktur Kedia Commodities yang berbasis di Mumbai.

Ia menambahkan bahwa aksi ambil untung juga terjadi karena premi risiko perang mulai berkurang.

"Batas atas kenaikan emas kemungkinan berada di US$2.970 sebagai level resistance, sementara support di kisaran US$2.890," tambahnya.

Dampak Perundingan Damai dan Kebijakan Trump

Pemerintahan Trump mengumumkan pada Selasa bahwa pihaknya setuju untuk mengadakan lebih banyak perundingan dengan Rusia mengenai penyelesaian perang di Ukraina, meskipun pembicaraan awal antara Rusia dan Ukraina tidak melibatkan Kyiv atau perwakilan Eropa.

Emas sering dianggap sebagai aset lindung nilai (safe haven) terhadap inflasi yang meningkat dan ketidakpastian geopolitik.

"Kebijakan Trump menciptakan ketidakpastian makroekonomi dan geopolitik yang dapat mendorong investor untuk mendiversifikasi aset mereka ke emas," kata analis ANZ, seraya menambahkan bahwa permintaan investasi emas akan diuntungkan oleh risiko makroekonomi, geopolitik, perdagangan, dan fiskal.

Pada sesi sebelumnya, harga emas melonjak lebih dari 1% akibat kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama karena ketidakpastian terkait rencana tarif Trump yang mendorong arus investasi ke aset safe haven seperti emas.

Pasar kini menantikan hasil risalah pertemuan Januari The Fed yang dijadwalkan rilis hari ini untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS tahun ini.

Untuk logam lainnya; harga perak turun 0,9% menjadi US$32,57 per ons troi, platinum melemah 1,3% menjadi US$974,32 per ons troi, dan paladium juga turun 1,3% menjadi US$974,56 per ons troi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini