Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Kena Profit Taking, Harga Emas Spot Turun ke US$2.928,52 Jelang Tengah Hari (19/2)

 

Harga emas turun pada Rabu (19/2) akibat aksi ambil untung (profit-taking) setelah mencatat rekor tertinggi baru-baru ini.

Investor juga memantau perkembangan perundingan damai antara AS dan Rusia setelah pemerintahan Presiden Donald Trump sepakat untuk mengadakan lebih banyak pembicaraan mengenai penghentian perang di Ukraina.

Melansir Reuters, harga emas spot turun 0,2% menjadi US$2.928,52 per ons troi pada pukul 03:38 GMT, atau hanya US$14 di bawah rekor tertinggi US$2.942,70 yang tercapai pekan lalu.

Sementara itu, harga emas berjangka AS turun 0,1% menjadi $2.945,90 per ounce.

"Potensi kenaikan emas terbatas karena putaran pertama perundingan antara AS dan Rusia mengenai kesepakatan damai di Ukraina belum menghasilkan jalur yang jelas. Jika kesepakatan yang solid tercapai, harga emas bisa turun lebih lanjut," ujar Ajay Kedia, Direktur Kedia Commodities yang berbasis di Mumbai.

Ia menambahkan bahwa aksi ambil untung juga terjadi karena premi risiko perang mulai berkurang.

"Batas atas kenaikan emas kemungkinan berada di US$2.970 sebagai level resistance, sementara support di kisaran US$2.890," tambahnya.

Dampak Perundingan Damai dan Kebijakan Trump

Pemerintahan Trump mengumumkan pada Selasa bahwa pihaknya setuju untuk mengadakan lebih banyak perundingan dengan Rusia mengenai penyelesaian perang di Ukraina, meskipun pembicaraan awal antara Rusia dan Ukraina tidak melibatkan Kyiv atau perwakilan Eropa.

Emas sering dianggap sebagai aset lindung nilai (safe haven) terhadap inflasi yang meningkat dan ketidakpastian geopolitik.

"Kebijakan Trump menciptakan ketidakpastian makroekonomi dan geopolitik yang dapat mendorong investor untuk mendiversifikasi aset mereka ke emas," kata analis ANZ, seraya menambahkan bahwa permintaan investasi emas akan diuntungkan oleh risiko makroekonomi, geopolitik, perdagangan, dan fiskal.

Pada sesi sebelumnya, harga emas melonjak lebih dari 1% akibat kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama karena ketidakpastian terkait rencana tarif Trump yang mendorong arus investasi ke aset safe haven seperti emas.

Pasar kini menantikan hasil risalah pertemuan Januari The Fed yang dijadwalkan rilis hari ini untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga AS tahun ini.

Untuk logam lainnya; harga perak turun 0,9% menjadi US$32,57 per ons troi, platinum melemah 1,3% menjadi US$974,32 per ons troi, dan paladium juga turun 1,3% menjadi US$974,56 per ons troi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)