Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Simak Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis (20/2)

 

. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan hari ini, Kamis (20/2)

Pada perdagangan Rabu (19/2), IHSG parkir di zona merah. Kemarin, IHSG ditutup turun 1,14% atau turun 78,68 poin ke level 6.794,86.

Direktur Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada mengatakan, Sentimen negatif perdagangan kemarin datang dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), di tengah tetap dipertahankannya BI rate pada level 5,75%.

“Secara teknikal, candle IHSG berbentuk black spinning top, masih di atas MA5 serta indikator Stochastic dead cross. Ini mengartikan IHSG berpeluang besar melanjutkan penurunannya,” ujarnya dalam riset Kamis (20/2).

Pada pagi ini, bursa Asia diperdagangkan melemah. Indeks Nikkei 225 melemah 1,21%. Sementara itu, indeks Kospi mengalami pelemahan 0,69%.

Reza pun memproyeksikan IHSG hari ini akan bergerak di kisaran support pada level 6.713 dan resistance pada level 6.846 dengan kecenderungan melemah.

Berikut rekomendasi saham untuk perdagangan pagi ini.

1.      PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)

Harga masih di atas MA5. Walaupun candle terakhir berbentuk bearish, namun terlihat adanya akumulasi beli (histogram hijau) dalam indikator MACD. MACD golden cross.

Rekomendasi   : Buy

Entry                : Rp 7.000 – Rp 7.100

Resistance       : Rp 7.375 – Rp 7.650

Support            : Rp 6.650

Target              : Rp 8.025

Stoploss           : Rp 6.625

2.      PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)

Harga berhasil menembus MA5. Candle terakhir berbentuk white spinning top, yang mengartikan saham ini berpeluang besar melanjutkan kenaikannya. Stochastic golden cross.

Rekomendasi   : Buy

Entry                : Rp 890 – Rp 920

Resistance       : Rp 950 – Rp 995

Support            : Rp 850

Target                : Rp 1.100

Stoploss             : Rp 845

3.      PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)

Harga berhasil menembus MA5 dan di atas MA20. Candle terakhir berbentuk bullish harami, yang mengartikan saham ini berpeluang besar melanjutkan kenaikannya. MACD golden cross.

Rekomendasi   : Buy

Entry                : Rp 228 – Rp 234

Resistance       : Rp 242 – Rp 252

Support            : Rp 218

Target              : Rp 270

Stoploss           : Rp 216

4. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)

Harga berhasil menembus MA5 dan MA20. Walaupun candle terakhir berbentuk bullish harami, yang mengartikan saham ini berpeluang besar melanjutkan kenaikannya. Stochastic dan MACD golden cross.

Rekomendasi   : Buy

Entry                : Rp 7.800 – Rp 8.000

Resistance       : Rp 8.375 – Rp 8.750

Support            : Rp 7.500

Target              : Rp 9.450

Stoploss           : Rp 7.475

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini