Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Rupiah Spot Melemah 0,10% ke Level Rp 16.398 per Dolar AS, Kamis (27/2)

 

Mata uang rupiah pagi ini dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot setelah sehari sebelumnya ditutup melemah.

Mengutip Bloomberg, Kamis (27/2/2025), rupiah di pasar spot terpangkas 17 poin atau turun 0,10% ke level Rp 16.398 per dolar AS pada pukul 09.03 WIB.

Pada penutupan perdagangan Rabu (26/2) rupiah spot ditutup di posisi Rp 16.381 per dolar AS, melemah 0,06% dari sehari sebelumnya. 

Dan Pergerakan rupiah di Jisdor Bank Indonesia (BI) juga turun 0,43% secara harian ke posisi Rp 16.387 per dolar AS.

Sebelumnya Pengamat Mata Uang, Ariston Tjendra bilang, pelemahan rupiah tidak terlepas dari sentimen kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump yang memberikan dampak negatif untuk pertumbuhan ekonomi.  

Efeknya dapat dilihat dari merosotnya tingkat kepercayaan konsumen AS maupun di dalam negeri.

"Selain itu, peluncuran Danantara juga mungkin menjadi isu negatif ke pasar, karena belum jelas implementasi ke depan," tutur Ariston kemarin.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mencermati, rupiah gagal memanfaatkan pelemahan dolar AS. Ia menilai pergerakan rupiah akan berkonsolidasi dengan kecenderungan melemah terbatas pada Kamis (27/2).

Dengan mempertimbangkan faktor eksternal dan risk off di pasar ekuitas domestik, Lukman memproyeksi rupiah akan tertekan di rentang Rp 16.300 sampai Rp 16.400 per dolar AS.

Ariston juga menilai, pergerakan rupiah secara keseluruhan masih dalam tekanan. Ia memproyeksi, rupiah pada perdagangan Kamis (27/2) di kisaran Rp 16.400–Rp 16.430 per dolar AS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini