Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Rupiah Spot Melemah 0,10% ke Level Rp 16.398 per Dolar AS, Kamis (27/2)

 

Mata uang rupiah pagi ini dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di pasar spot setelah sehari sebelumnya ditutup melemah.

Mengutip Bloomberg, Kamis (27/2/2025), rupiah di pasar spot terpangkas 17 poin atau turun 0,10% ke level Rp 16.398 per dolar AS pada pukul 09.03 WIB.

Pada penutupan perdagangan Rabu (26/2) rupiah spot ditutup di posisi Rp 16.381 per dolar AS, melemah 0,06% dari sehari sebelumnya. 

Dan Pergerakan rupiah di Jisdor Bank Indonesia (BI) juga turun 0,43% secara harian ke posisi Rp 16.387 per dolar AS.

Sebelumnya Pengamat Mata Uang, Ariston Tjendra bilang, pelemahan rupiah tidak terlepas dari sentimen kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump yang memberikan dampak negatif untuk pertumbuhan ekonomi.  

Efeknya dapat dilihat dari merosotnya tingkat kepercayaan konsumen AS maupun di dalam negeri.

"Selain itu, peluncuran Danantara juga mungkin menjadi isu negatif ke pasar, karena belum jelas implementasi ke depan," tutur Ariston kemarin.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mencermati, rupiah gagal memanfaatkan pelemahan dolar AS. Ia menilai pergerakan rupiah akan berkonsolidasi dengan kecenderungan melemah terbatas pada Kamis (27/2).

Dengan mempertimbangkan faktor eksternal dan risk off di pasar ekuitas domestik, Lukman memproyeksi rupiah akan tertekan di rentang Rp 16.300 sampai Rp 16.400 per dolar AS.

Ariston juga menilai, pergerakan rupiah secara keseluruhan masih dalam tekanan. Ia memproyeksi, rupiah pada perdagangan Kamis (27/2) di kisaran Rp 16.400–Rp 16.430 per dolar AS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)