Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Warga Palestina Tikam Prajurit Israel di Tepi Barat


Seorang warga Palestina menusuk satu serdadu Israel hingga tewas di Tepi Barat. Dia kemudian mengambil senjata dan melepaskan sejumlah tembakan lantas kabur.

Seperti dilansir Reuters, Senin (18/3), peristiwa itu terjadi di persimpangan Ariel, dekat kompleks pemukiman ilegal Israel. Pelaku menikam seorang prajurit berusia 19 tahun yang identitasnya tidak disebutkan.
Pelaku lantas mengambil senapan serdadu Negeri Zionis itu, lantas melepaskan sejumlah tembakan dan mengenai tiga kendaraan. Satu penumpang yang merupakan seorang rabi dilaporkan kritis karena tertembak.

Pelaku lantas mengambil mobil dan kabur. Ketika melintas dia menembak seorang tentara Israel, kemudian lanjut ke arah desa Palestina.


Ini adalah kejadian kesekian kalinya yang terjadi di Tepi Barat. Organisasi perjuangan Palestina, Hamas, memuji pelaku serangan sebagai pembalasan atas kejahatan penjajah Israel.

Bahkan di Jalur Gaza peristiwa itu disebarkan melalui pengeras suara masjid. Anggota Hamas lantas membagikan permen kepada masyarakat.


Perdana Menteri, Benjamin Netanyahu, menyatakan bakal mengejar pelaku dan ditangkap, kemudian mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Belum diketahui apakah pelaku merupakan anggota organisasi atau bergerak seorang diri. Serangan di Tepi Barat memang marak antara 2015 hingga 2016. Sejak itu gelombang serangan menurun.

Israel mencaplok Tepi Barat sejak Perang 1967. Namun, Palestina tidak mengakui pendudukan itu. Proses perundingan damai antara keduanya juga mandek sejak 2014.
Insiden ini bisa dipolitisasi oleh Netanyahu yang masih berhasrat maju dalam pemilihan umum. Padahal, dia saat ini dibelit sejumlah skandal dugaan korupsi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025