Harga Saham BBCA Terus Turun, Analis Ungkap Waktu Tepat Beli atau Tunggu di 2026

  Penurunan harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) masih berlanjut hingga Selasa (27/1/2026). Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan investor, apakah saham BBCA sudah layak dibeli atau sebaiknya masih menunggu. Pada penutupan perdagangan Selasa, saham BBCA turun 1,96% ke level Rp7.500 per saham. Tekanan juga datang dari aksi jual investor asing dengan net foreign sell mencapai Rp1,79 triliun. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA terkoreksi 5,36%, dan melemah 6,54% dalam sebulan. Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai pelemahan BBCA lebih dipicu oleh tekanan jual asing dan rotasi dana, bukan karena memburuknya fundamental perusahaan. “Tekanan BBCA saat ini lebih karena faktor aliran dana. Fundamentalnya masih solid,” ujar Ekky kepada Kontan . Ia menyebut pergerakan BBCA ke depan sangat bergantung pada meredanya aksi jual asing. Jika tekanan berkurang dan tidak ada kejutan negatif dari paparan kinerja, saham BBCA berpotensi bergerak konsol...

Jepang Perketat Aturan Konsumsi Alkohol Bagi Awak Penerbangan


Bestprofit - Maskapai Jepang, All Nippon Airways (ANA) menyatakan terpaksa menunda salah satu penerbangan dalam negerinya pada awal pekan ini, setelah salah satu ko-pilot mereka gagal melalui tes nafas untuk mengukur kadar alkohol. Penyebabnya adalah mereka menerapkan aturan baru yang lebih ketat bagi para awak penerbangan.

Insiden itu terjadi pada Selasa (19/2) pekan lalu. Seorang ko-pilot ANA yang tidak lolos tes alkohol dijadwalkan untuk menerbangkan pesawat Boeing 777 membawa 322 penumpang dari Kobe, Jepang menuju Bandara Haneda di Tokyo.

Dia gagal dalam uji alkohol melalui napas sebelum keberangkatan, dan mengaku telah mengkonsumsi sekaleng bir dan setengah kaleng minuman berenergi di kamar hotelnya sekitar enam jam sebelum penerbangan, seperti dilansir AFP, Senin (25/2).


Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com


Alhasil, penerbangan ditunda lebih dari satu jam sampai pilot pengganti ditemukan.
Maskapai ANA menyatakan mereka akan menangani kasus ini dengan tegas. Peraturan baru ini akan melarang para pilot dan ko-pilot mengkonsumsi alkohol dalam tenggat 24 jam sebelum bertugas.

Akhir tahun lalu, co-pilot Japan Airlanes (JAL) ditangkap di Inggris dan dipenjara selama 10 bulan, setelah ketahuan mabuk sesaat sebelum penerbangan. Kadar alkohol dalam darahnya mencapai 10 kali lipat dari ambang batas yang dibolehkan.

Dia dilaporkan mengonsumsi dua botol anggur dan lebih dari 1,8 liter bir selama enam jam pada malam sebelum penerbangan.
Pihak ANA mengungkapkan kasus pilot mabuk telah menyebabkan beberapa penundaan penerbangan pada tahun lalu. Sebelum perubahan peraturan pada bulan Januari ini, Jepang tidak memiliki batas peraturan konsumsi minuman beralkohol bagi para awak pesawat sebelum penerbangan. Mereka juga tidak pernah melakukan tes napas sebelumnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025