Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Rupiah Pagi Ini Melesat Lagi di Bawah Rp14 Ribu per Dolar AS


Bestprofit- Nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp13.976 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan di pasar spot hari ini, Selasa (26/2). Posisi ini menguat 41 poin dibanding penutupan kemarin di posisi kemarin.

Dari posisi pembukaan, rupiah bergerak sedikit melemah kembali mendekati level Rp14 ribu per dolar AS. Hingga pukul 09.10 WIB, rupiah bertengger di posisi Rp13.996 per dolar AS.

Pagi hari ini sebagian mata uang utama Asia melanjutkan tren penguatan terhadap dolar AS. Won Korea Selatan tercatat menguat 0,25 persen, sementara dolar Australia menguat 0,01 persen. Kemudian, peso Filipina dan yen Jepang masing-masing menguat 0,05 persen.

Namun, ada juga mata uang Asia yang melemah seperti ringgit Malaysia sebesar 0,07 persen dan baht Thailand sebesar 0,03 persen.

Sementara itu mata uang negara-negara maju bergerak bervariasi. Poundsterling Inggris menguat 0,22 persen dan euro menguat 0,03 persen. Hanya saja, dolar Australia melemah 0,05 persen.

Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com


Analis Monex Investindo Dini Nurhadi Yasyi menuturkan pagi ini rupiah masih terbawa angin segar dari hasil negosiasi perang dagang AS dan China pada Minggu (24/2) waktu Washington DC. Sesuai keputusan itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan memperpanjang tenggat waktu untuk menaikkan bea masuk bagi produk-produk asal China.
Hanya saja, kini atensi pelaku pasar mulai mengarah ke rencana pernyataan Gubernur The Fed Jerome Powell pada pekan ini. Namun, itu diperkirakan tak akan berpengaruh banyak ke pergerakan rupiah hari ini.

"Kalau sampai penutupan hari ini belum ada katalis penggerak yang berpotensi memicu pergerakan harga. Untuk hari ini rupiah akan ada di rentang Rp13.960 hingga Rp14.080," ujar Dini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)