Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Perjuangan Tim Manggala Agni Lawan Karhutla di Bumi Riau


BESTPROFIT - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Riau. (ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Asap baru benar-benar padam sekitar pukul 19.00 WIB. Tak lama, belasan anggota Manggala Agni pun memutuskan pulang ke barak, tempat mereka menginap. Dari titik Pergam butuh waktu setidaknya dua jam untuk sampai ke Barak.
Tim tiba sekitar pukul 21.00 WIB. Barak ini bukan barak permanen, melainkan rumah kayu yang dipinjamkan warga. Syafrudin dan teman-temannya sudah menginap selama dua minggu di barak tersebut.

Tempat ini dipilih karena dekat dengan 'Kepala Api' yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi mereka tidur.
Pilihan redaksi
www.ptbestprofit.com
www.ptbestprofitfutures.com
www.pt-bestprofit.com

"Kalau di awal-awal ini kepala mulanya kebakaran. Dan ini habis terbakar semua sejak Februari kemarin. Sekarang sudah selesai tinggal pendinginan," kata Syafrudin.

Sesak di dada tak terhindarkan saat mencium bau sisa kebakaran saat kami tiba di barak. Namun tidak bagi Syafrudin dan para Manggala Agni lainnya. Bagi mereka, bau itu tak sebanding dengan rasa bangga menyelamatkan lahan dan hutan di Tanah Lancang Kuning.

"Kerja kami buat nyelamatin tanah kami sendiri. Kita sadar itu makanya kita bertahan dari 2002 sampai sekarang," ujar Syafrudin.
KLHK sendiri telah menetapkan statussiagakarhutla di Riau sejak Februari 2019.DataKLHK mencatat ada 1.300 hektare lahan terbakar di Riau dan kini sedang dalam proses pendinginan.

Direktur Pengendalian Karhutla KLHK Raffles B Panjaitan menyatakan penanganan di lapangan dilakukan dengan berbagai cara seperti water bombing hingga pemadaman menggunakan air adiktif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini