Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Rupiah Spot Melemah 0,11% ke Rp 16.735 per Dolar AS Kamis (13/11) Siang

 

Rupiah spot melemah pada perdagangan Kamis (13/11/2025) siang. Pukul 11.41 WIB, rupiah spot ada di level Rp 16.735 per dolar Amerika Serikat (AS), melemah 0,11% dari sehari sebelumnya yang ada di Rp 16.717 per dolar AS.

Di Asia, rupiah mencatat pelemahan terdalam terhadap dolar AS dengan pelemahan 0,11%, disusul dolar Taiwan yang melemah 0,010%, rupee India melemah 0,06% dan yen Jepang yang melemah 0,03% terhadap dolar AS.

Sedangkan mayoritas mata uang Asia lainnya menguat terhadap dolar AS siang ini. Peso Filipina menguat 0,18%, yuan China menguat 0,12%, won Korea menguat 0,11%, baht Thailand menguat 0,11%, ringgit Malaysia menguat 0,08%, dolar Singapura menguat 0,03% dan dolar Hong Kong menguat 0,02%.

Sementara itu, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,51, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 99,49.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia