Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Laba Bersih Adaro Andalan Indonesia (AADI) Susut 45,35% Hingga Kuartal III-2025

 

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) membukukan kinerja keuangan yang kurang mengesankan hingga akhir kuartal III-2025.

Mengacu keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan usaha AADI tercatat sebesar US$ 3,61 miliar per kuartal III-2025. Pendapatan AADI menyusut 10,86% year on year (yoy) dibandingkan pendapatan usaha AADI per kuartal III-2024 sebesar US$ 4,05 miliar.

Jika dirinci, pendapatan usaha AADI dari segmen pertambangan dan perdagangan batubara mengalami penurunan 10,51% yoy dari US$ 3,90 miliar per kuartal III-2024 menjadi US$ 3,45 miliar per kuartal III-2025.

Di sisi lain, pendapatan dari segmen usaha logistik mampu tumbuh 0,21% yoy dari US$ 423,28 juta per kuartal III-2024 menjadi US$ 424,15 juta per kuartal III-2025.

Pendapatan dari segmen lain-lain juga naik 54,38% yoy dari US$ 38,84 juta per kuartal III-2024 menjadi US$ 59,96 juta per kuartal III-2025. ADMR turut mencatatkan eliminasi sebesar US$ 323,267 juta per kuartal III-2025.

AADI mencatatkan beban pokok pendapatan sebesar US$ 2,67 miliar per kuartal III-2025 atau turun 8,87% yoy dibandingkan beban pokok pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu US$ 2,93 miliar.

Dengan demikian, laba bruto AADI mencapai US$ 943,26 juta hingga kuartal III-2025 atau terkoreksi 15,76% yoy dibandingkan laba bruto perusahaan pada periode sebelumnya yakni US$ 1,12 miliar.

Laba usaha AADI juga merosot 34,84% yoy menjadi US$ 810,55 juta per kuartal III-2025, dari sebelumnya US$ 1,24 miliar.

Penurunan ini dipengaruhi oleh pendapatan lain-lain ADMR yang menyusut 88,01% yoy menjadi US$ 39,12 juta per kuartal III-2025, dari sebelumnya US$ 326,26 juta.

Padahal, beban usaha ADMR telah berkurang 15,03% yoy menjadi US$ 171,81 juta per kuartal III-2025, dari sebelumnya US$ 202,19 juta.

Hingga akhir kuartal III-2025, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk AADI tercatat sebesar US$ 587,32 juta. Laba AADI merosot 45,35% yoy dibandingkan laba bersih perusahaan per kuartal III-2024 sebesar US$ 1,07 miliar.

AADI memiliki total aset sebanyak US$ 6,11 miliar per kuartal III-2025 atau meningkat 2% dibandingkan total aset perusahaan pada akhir 2024 yakni sebesar US$ 5,99 miliar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia