Prospek Saham Rumah Sakit di 2026: Cek Pendorong Kinerja & Tantangan Tersembunyi

  Prospek emiten sektor rumah sakit pada tahun 2026 diperkirakan tetap cerah seiring meningkatnya permintaan layanan kesehatan dan ekspansi jaringan rumah sakit yang masih berlanjut. Head Research Korea Invesment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, peningkatan volume pasien, baik dari segmen BPJS maupun pasien privat, akan menjadi pendorong utama kinerja sektor ini.  Selain itu, ekspansi rumah sakit turut meningkatkan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR). Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi memberikan sentimen positif terhadap pergerakan saham emiten rumah sakit seperti PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ). “Peningkatan volume pasien serta ekspansi akan mengerek tingkat keterisian tempat tidur (BOR). Hal ini langsung mendongkrak margin profitabilitas dan laba,” ujar Wafi kepad...

Laba Bersih Adaro Andalan Indonesia (AADI) Susut 45,35% Hingga Kuartal III-2025

 

PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) membukukan kinerja keuangan yang kurang mengesankan hingga akhir kuartal III-2025.

Mengacu keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan usaha AADI tercatat sebesar US$ 3,61 miliar per kuartal III-2025. Pendapatan AADI menyusut 10,86% year on year (yoy) dibandingkan pendapatan usaha AADI per kuartal III-2024 sebesar US$ 4,05 miliar.

Jika dirinci, pendapatan usaha AADI dari segmen pertambangan dan perdagangan batubara mengalami penurunan 10,51% yoy dari US$ 3,90 miliar per kuartal III-2024 menjadi US$ 3,45 miliar per kuartal III-2025.

Di sisi lain, pendapatan dari segmen usaha logistik mampu tumbuh 0,21% yoy dari US$ 423,28 juta per kuartal III-2024 menjadi US$ 424,15 juta per kuartal III-2025.

Pendapatan dari segmen lain-lain juga naik 54,38% yoy dari US$ 38,84 juta per kuartal III-2024 menjadi US$ 59,96 juta per kuartal III-2025. ADMR turut mencatatkan eliminasi sebesar US$ 323,267 juta per kuartal III-2025.

AADI mencatatkan beban pokok pendapatan sebesar US$ 2,67 miliar per kuartal III-2025 atau turun 8,87% yoy dibandingkan beban pokok pendapatan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu US$ 2,93 miliar.

Dengan demikian, laba bruto AADI mencapai US$ 943,26 juta hingga kuartal III-2025 atau terkoreksi 15,76% yoy dibandingkan laba bruto perusahaan pada periode sebelumnya yakni US$ 1,12 miliar.

Laba usaha AADI juga merosot 34,84% yoy menjadi US$ 810,55 juta per kuartal III-2025, dari sebelumnya US$ 1,24 miliar.

Penurunan ini dipengaruhi oleh pendapatan lain-lain ADMR yang menyusut 88,01% yoy menjadi US$ 39,12 juta per kuartal III-2025, dari sebelumnya US$ 326,26 juta.

Padahal, beban usaha ADMR telah berkurang 15,03% yoy menjadi US$ 171,81 juta per kuartal III-2025, dari sebelumnya US$ 202,19 juta.

Hingga akhir kuartal III-2025, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk AADI tercatat sebesar US$ 587,32 juta. Laba AADI merosot 45,35% yoy dibandingkan laba bersih perusahaan per kuartal III-2024 sebesar US$ 1,07 miliar.

AADI memiliki total aset sebanyak US$ 6,11 miliar per kuartal III-2025 atau meningkat 2% dibandingkan total aset perusahaan pada akhir 2024 yakni sebesar US$ 5,99 miliar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025