Biaya cas mobil listrik di Irlandia kini setara bensin dan diesel

  Biaya pengisian mobil listrik di stasiun pengisian umum di Irlandia kini disebut sudah setara dengan biaya penggunaan mobil berbahan bakar bensin atau diesel, setelah operator pengisian daya kembali menaikkan tarif di tengah gejolak pasar energi. Dikutip dari Extra.ie, tarif pengisian publik untuk mobil listrik di Irlandia kini menjadi yang ketiga tertinggi di Eropa. Pemilik kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) juga menghadapi kenaikan harga di titik pengisian umum, dengan operator Ionity menyebut konflik antara Amerika Serikat dan Iran sebagai salah satu pemicu lonjakan biaya. Ionity menaikkan tarif pengisian di gerai Circle K dari 81,5 sen euro per kWh menjadi 85 sen euro per kWh, atau naik sekitar 4%. Kenaikan ini membuat biaya pengisian daya di jaringan tersebut setidaknya setara dengan ongkos penggunaan bensin atau diesel jika dihitung per kilometer. Kenaikan tarif itu memicu kekhawatiran bahwa minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik akan semakin ...

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia

 

Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta dalam kasus investasi gagal di startup agritech TaniHub memicu kekhawatiran hebat di kalangan modal ventura (venture capital/VC).

Putusan ini dinilai menetapkan preseden buruk yang berpotensi membuat investor semakin enggan menyuntikkan modal ke sektor rintisan berisiko tinggi di Indonesia.

Seperti dikutip Channel News Asia (CNA), kegelisahan di  industri mencuat setelah majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta pada 18 Juni 2026 menjatuhkan hukuman penjara kepada mantan petinggi dari TaniHub serta eks eksekutif dari dua modal ventura plat merah, yakni MDI Ventures (anak usaha Telkom) dan BRI Ventures (anak usaha Bank Rakyat Indonesia).

Mantan CEO TaniHub,  Ivan Arie Sustiawan, divonis sembilan tahun penjara, sedangkan mantan Direktur Keuangan TaniHu, Edison Tobing, dihukum tujuh tahun penjara.

Keduanya dinyatakan bersalah atas perkara yang merugikan keuangan negara sebesar US$25 juta (sekitar Rp410 miliar).

Hukuman juga menyasar pihak investor. Mantan CEO MDI Ventures, Donald Wihardja,  serta mantan Vice President of Investments MDI, Aldi Adrian Hartanto masing-masing divonis lima tahun dan dua tahun penjara.

Sementara itu, mantan CEO BRI Ventures, Nicko Widjaja, dan mantan Chief Investment Officer, William Gozali dijatuhi hukuman masing-masing tiga tahun dan dua tahun penjara.

Diketahui, MDI Ventures sebelumnya mengucurkan investasi sebesar US$20 juta ke TaniHub, disusul BRI Ventures sebesar US$5 juta. Namun, investasi tersebut berujung gagal, yang oleh pengadilan dikategorikan sebagai kerugian negara.

Ketua Majelis Hakim, Teddy Windiartono, menyatakan bahwa para terdakwa terbukti menyetujui investasi ke TaniHub tanpa melalui audit independen dan prinsip kehati-hatian (due diligence) yang memadai dalam menilai proposal perusahaan.

Vonis tersebut langsung memicu perdebatan panas di ekosistem teknologi dan investasi tanah air.

Sejumlah pelaku industri menilai kolapsnya startup semestinya dipandang sebagai risiko bisnis murni dalam industri spekulatif, bukan serta-merta dikriminalisasi menjadi tindak pidana korupsi.

Managing Partner DSX Ventures, Rama Mamuaya, mengungkapkan bahwa kasus TaniHub memperkuat sentimen negatif investor, khususnya pada pendanaan yang terafiliasi dengan negara.

Menurutnya, modal ventura asing sebenarnya sudah mulai mengambil sikap defensif terhadap Indonesia sejak kasus ini mencuat pada Desember 2024.

"Vonis ini memperkuat kekhawatiran bahwa investasi dari dana terkait pemerintah menyimpan risiko hukum personal yang besar jika startup yang didanai gagal berkembang," ujar Rama.

Dampak dari putusan ini diperkirakan bakal meluas. Manajer investasi diprediksi akan jauh lebih konservatif dengan mengalihkan fokus ke perusahaan tahap lanjut (late-stage) yang lebih aman, ketimbang mendanai startup tahap awal (early-stage) yang justru menjadi motor inovasi dan penciptaan lapangan kerja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)