Prospek Saham Rumah Sakit di 2026: Cek Pendorong Kinerja & Tantangan Tersembunyi

  Prospek emiten sektor rumah sakit pada tahun 2026 diperkirakan tetap cerah seiring meningkatnya permintaan layanan kesehatan dan ekspansi jaringan rumah sakit yang masih berlanjut. Head Research Korea Invesment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, peningkatan volume pasien, baik dari segmen BPJS maupun pasien privat, akan menjadi pendorong utama kinerja sektor ini.  Selain itu, ekspansi rumah sakit turut meningkatkan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR). Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi memberikan sentimen positif terhadap pergerakan saham emiten rumah sakit seperti PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ). “Peningkatan volume pasien serta ekspansi akan mengerek tingkat keterisian tempat tidur (BOR). Hal ini langsung mendongkrak margin profitabilitas dan laba,” ujar Wafi kepad...

IHSG Naik 0,25% ke 8.415 di Sesi I Senin (10/11), Top Gainers: Saham GOTO, TOWR, BUMI

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di zona hijau sepanjang sesi pertama perdagangan Senin (10/11), mengikuti jejar bursa regional.

Mengutip data RTI, IHSG naik 0,25% atau 21.008 poin ke level 8.415,598. Tercatat 372 saham naik, 265 saham turun, dan 171 saham stagnan. Total volume perdagangan 23,7 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 11,7 triliun.

Sebanyak Sembilan indeks sektoral menopang Langkah IHSG. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi yakni: IDX-Techno 3,05%, IDX-Property 1,58%, dan IDX-Infra 1,43%.

Baca Juga: Bitcoin Berpeluang Naik, Senat AS Dekati Kesepakatan Akhiri Shutdown

Saham top gainers LQ45:

  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) naik 8,20% ke 66
  • PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) naik 5,56% ke Rp 570
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 4,26% ke Rp 147

Saham top losers LQ45:

  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 9,48% ke Rp 9.475
  • PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun 3,47% ke Rp 2.780
  • PT Indosat Tbk (ISAT) turun 2,79% ke Rp 2.090

Bursa Regional Menghijau

Pasar saham Asia-Pasifik menguat pada perdagangan Senin (10/11/2025), setelah kekhawatiran terkait valuasi perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI) memicu penurunan di kawasan ini pekan lalu.

Investor juga mencermati data inflasi Oktober dari China yang dirilis akhir pekan lalu, yang ternyata lebih tinggi dari ekspektasi.

Inflasi konsumen tercatat 0,2% secara tahunan (YoY), dibandingkan perkiraan nol persen dari ekonom yang disurvei Reuters.

Sementara inflasi wholesale turun 2,1% YoY, lebih tinggi dari perkiraan penurunan 2,2%.

Di Korea Selatan, indeks Kospi naik hampir 3%, dipimpin oleh saham perbankan dan asuransi, sedangkan indeks Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil menguat 0,86%.

Di Jepang, Nikkei 225 meningkat 0,98%, sementara indeks Topix yang lebih luas naik 0,33%. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 10 tahun melonjak ke 1,695%, tertinggi sejak Oktober.

Rilis notulen rapat Bank of Japan (BOJ) Oktober menunjukkan bank sentral Jepang tampak lebih condong untuk kenaikan suku bunga jangka pendek.

BOJ menyatakan, “kemungkinan kondisi untuk mengambil langkah lebih lanjut menuju normalisasi suku bunga hampir terpenuhi.”

Namun, BOJ menekankan perlunya mempertimbangkan faktor lain, termasuk sejauh mana “tingkat inflasi inti telah melekat”.

Di Hong Kong, Hang Seng naik 0,54%, mengikuti tren pemulihan, sementara indeks CSI 300 di China daratan justru turun 0,26%. Pasar Australia juga menguat dengan S&P/ASX 200 naik 0,68%.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025