Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

IHSG Naik 0,25% ke 8.415 di Sesi I Senin (10/11), Top Gainers: Saham GOTO, TOWR, BUMI

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melaju di zona hijau sepanjang sesi pertama perdagangan Senin (10/11), mengikuti jejar bursa regional.

Mengutip data RTI, IHSG naik 0,25% atau 21.008 poin ke level 8.415,598. Tercatat 372 saham naik, 265 saham turun, dan 171 saham stagnan. Total volume perdagangan 23,7 miliar saham dengan nilai transaksi capai Rp 11,7 triliun.

Sebanyak Sembilan indeks sektoral menopang Langkah IHSG. Tiga sektor dengan kenaikan tertinggi yakni: IDX-Techno 3,05%, IDX-Property 1,58%, dan IDX-Infra 1,43%.

Baca Juga: Bitcoin Berpeluang Naik, Senat AS Dekati Kesepakatan Akhiri Shutdown

Saham top gainers LQ45:

  • PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) naik 8,20% ke 66
  • PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) naik 5,56% ke Rp 570
  • PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 4,26% ke Rp 147

Saham top losers LQ45:

  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 9,48% ke Rp 9.475
  • PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun 3,47% ke Rp 2.780
  • PT Indosat Tbk (ISAT) turun 2,79% ke Rp 2.090

Bursa Regional Menghijau

Pasar saham Asia-Pasifik menguat pada perdagangan Senin (10/11/2025), setelah kekhawatiran terkait valuasi perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI) memicu penurunan di kawasan ini pekan lalu.

Investor juga mencermati data inflasi Oktober dari China yang dirilis akhir pekan lalu, yang ternyata lebih tinggi dari ekspektasi.

Inflasi konsumen tercatat 0,2% secara tahunan (YoY), dibandingkan perkiraan nol persen dari ekonom yang disurvei Reuters.

Sementara inflasi wholesale turun 2,1% YoY, lebih tinggi dari perkiraan penurunan 2,2%.

Di Korea Selatan, indeks Kospi naik hampir 3%, dipimpin oleh saham perbankan dan asuransi, sedangkan indeks Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil menguat 0,86%.

Di Jepang, Nikkei 225 meningkat 0,98%, sementara indeks Topix yang lebih luas naik 0,33%. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 10 tahun melonjak ke 1,695%, tertinggi sejak Oktober.

Rilis notulen rapat Bank of Japan (BOJ) Oktober menunjukkan bank sentral Jepang tampak lebih condong untuk kenaikan suku bunga jangka pendek.

BOJ menyatakan, “kemungkinan kondisi untuk mengambil langkah lebih lanjut menuju normalisasi suku bunga hampir terpenuhi.”

Namun, BOJ menekankan perlunya mempertimbangkan faktor lain, termasuk sejauh mana “tingkat inflasi inti telah melekat”.

Di Hong Kong, Hang Seng naik 0,54%, mengikuti tren pemulihan, sementara indeks CSI 300 di China daratan justru turun 0,26%. Pasar Australia juga menguat dengan S&P/ASX 200 naik 0,68%.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia