Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga Batubara Koreksi, Laba BUMI Ambles 76,1% pada Kuartal III-2025

 

Emiten pertambangan batubara milik Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan penurunan kinerja keuangan hingga kuartal III-2025.

Pendapatan usaha BUMI mengalami penurunan 17,4% yoy menjadi US$ 3,55 miliar per kuartal III-2025, dibandinkan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 4,30 miliar.

Bersamaan dengan itu, laba bruto BUMI terkikis 16% yoy menjadi US$ 362,7 juta per kuartal III-2025, dibandingkan sebelumnya yakni US$ 431,5 juta.

Hasil ini dipengaruhi oleh berkurangnya beban pokok pendapatan sebesar 17,5% yoy dari US$ 3,87 miliar per kuartal III-2024 menjadi US$ 3,19 miliar per kuartal III-2025.

Beban usaha BUMI juga menurun 7,3% yoy dari US$ 180,2 juta per kuartal III-2024 menjadi US$ 167 juta per kuartal III-2025. Dengan begitu, laba usaha BUMI terkoreksi 22,1% dari US$ 251,3 juta per kuartal III-2024 menjadi US$ 195,6 juta per kuartal III-2025.

Margin usaha BUMI pun ikut menyusut dari 5,8% per kuartal III-2025 menjadi 5,5% per kuartal III-2025.

BUMI mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 29,4 juta per kuartal III-2025, atau anjlok 76,1% yoy dibandingkan periode sebelumnya yakni US$ 122,9 juta.

Dari sisi operasional, produksi batubara BUMI berkurang 4% yoy menjadi 54,9 juta ton. Penjualan batubara BUMI juga berkurang 2% yoy menjadi 54,5 juta ton di tengah harga rata-rata FOB BUMI yang terkoreksi 18% yoy menjadi US$ 60,4 per ton.

Lebih lanjut, volume lapisan penutup yang dihilangkan BUMI menurun 11% menjadi 445,8 juta bcm, sedangkan stripping ratio emiten tersebut juga turun dari 8,7 kali per kuartal III-2024 menjadi 8,1 kali per kuartal III-2025.

Terlepas dari itu, Manajemen BUMI menyebut bahwa hasil kinerja ini mencerminkan disiplin operasional dan keberlanjutan upaya efisiensi biaya di tengah fluktuasi harga komoditas global.

“BUMI tetap berkomitmen untuk menjaga efisiensi operasional, memperkuat ketahanan rantai pasok, dan mendukung strategi diversifikasi ke sektor mineral penting guna memperkuat portofolio usaha jangka panjang,” tulis Manajemen BUMI dalam keterbukaan informasi, Jumat (31/10/2025).

Hingga akhir 2025, BUMI menargetkan volume penjualan batubara sebanyak 73—75 juta ton dengan harga rata-rata yang diproyeksikan sekitar US$ 59—US$ 61 per ton. BUMI juga memperkirakan biaya tunai produksi 2025 sekitar US$ 41—US$ 43 per ton.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia