Prospek Saham Rumah Sakit di 2026: Cek Pendorong Kinerja & Tantangan Tersembunyi

  Prospek emiten sektor rumah sakit pada tahun 2026 diperkirakan tetap cerah seiring meningkatnya permintaan layanan kesehatan dan ekspansi jaringan rumah sakit yang masih berlanjut. Head Research Korea Invesment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, peningkatan volume pasien, baik dari segmen BPJS maupun pasien privat, akan menjadi pendorong utama kinerja sektor ini.  Selain itu, ekspansi rumah sakit turut meningkatkan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR). Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi memberikan sentimen positif terhadap pergerakan saham emiten rumah sakit seperti PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ). “Peningkatan volume pasien serta ekspansi akan mengerek tingkat keterisian tempat tidur (BOR). Hal ini langsung mendongkrak margin profitabilitas dan laba,” ujar Wafi kepad...

Harga Batubara Koreksi, Laba BUMI Ambles 76,1% pada Kuartal III-2025

 

Emiten pertambangan batubara milik Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan penurunan kinerja keuangan hingga kuartal III-2025.

Pendapatan usaha BUMI mengalami penurunan 17,4% yoy menjadi US$ 3,55 miliar per kuartal III-2025, dibandinkan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 4,30 miliar.

Bersamaan dengan itu, laba bruto BUMI terkikis 16% yoy menjadi US$ 362,7 juta per kuartal III-2025, dibandingkan sebelumnya yakni US$ 431,5 juta.

Hasil ini dipengaruhi oleh berkurangnya beban pokok pendapatan sebesar 17,5% yoy dari US$ 3,87 miliar per kuartal III-2024 menjadi US$ 3,19 miliar per kuartal III-2025.

Beban usaha BUMI juga menurun 7,3% yoy dari US$ 180,2 juta per kuartal III-2024 menjadi US$ 167 juta per kuartal III-2025. Dengan begitu, laba usaha BUMI terkoreksi 22,1% dari US$ 251,3 juta per kuartal III-2024 menjadi US$ 195,6 juta per kuartal III-2025.

Margin usaha BUMI pun ikut menyusut dari 5,8% per kuartal III-2025 menjadi 5,5% per kuartal III-2025.

BUMI mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 29,4 juta per kuartal III-2025, atau anjlok 76,1% yoy dibandingkan periode sebelumnya yakni US$ 122,9 juta.

Dari sisi operasional, produksi batubara BUMI berkurang 4% yoy menjadi 54,9 juta ton. Penjualan batubara BUMI juga berkurang 2% yoy menjadi 54,5 juta ton di tengah harga rata-rata FOB BUMI yang terkoreksi 18% yoy menjadi US$ 60,4 per ton.

Lebih lanjut, volume lapisan penutup yang dihilangkan BUMI menurun 11% menjadi 445,8 juta bcm, sedangkan stripping ratio emiten tersebut juga turun dari 8,7 kali per kuartal III-2024 menjadi 8,1 kali per kuartal III-2025.

Terlepas dari itu, Manajemen BUMI menyebut bahwa hasil kinerja ini mencerminkan disiplin operasional dan keberlanjutan upaya efisiensi biaya di tengah fluktuasi harga komoditas global.

“BUMI tetap berkomitmen untuk menjaga efisiensi operasional, memperkuat ketahanan rantai pasok, dan mendukung strategi diversifikasi ke sektor mineral penting guna memperkuat portofolio usaha jangka panjang,” tulis Manajemen BUMI dalam keterbukaan informasi, Jumat (31/10/2025).

Hingga akhir 2025, BUMI menargetkan volume penjualan batubara sebanyak 73—75 juta ton dengan harga rata-rata yang diproyeksikan sekitar US$ 59—US$ 61 per ton. BUMI juga memperkirakan biaya tunai produksi 2025 sekitar US$ 41—US$ 43 per ton.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025