Sempat Menghijau di Pembukaan, IHSG Hari Ini Berbalik Arah ke Zona Merah

 Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada awal perdagangan saham hari ini, Selasa (7/7/2026). Namun tidak lama kemudian, indeks harus menghadapi tekanan pasar. Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik ke level 5.933,57 dari penutupan perdagangan kemarin di angka 5.916,07. Saat dipantau pada pukul 09.05 WIB, IHSG sudah berbalik arah ke zona merah dengan melemah tipis 0,09% ke posisi 5.910,12. Berbeda dengan indeks utama, indeks saham LQ45 terpantau berada di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,60% ke level 587. Secara umum, sebagian besar indeks saham acuan lainnya juga bergerak menghidupkan zona hijau. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.943,53 dan level terendah di 5.903,45. Tercatat sebanyak 278 saham menguat, 159 saham melemah, dan 229 saham bergerak stagnan atau diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 94.751 kali dengan volume perdagangan mencapai 1,1 miliar saham. Nilai transak...

Harga Batubara Koreksi, Laba BUMI Ambles 76,1% pada Kuartal III-2025

 

Emiten pertambangan batubara milik Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan penurunan kinerja keuangan hingga kuartal III-2025.

Pendapatan usaha BUMI mengalami penurunan 17,4% yoy menjadi US$ 3,55 miliar per kuartal III-2025, dibandinkan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 4,30 miliar.

Bersamaan dengan itu, laba bruto BUMI terkikis 16% yoy menjadi US$ 362,7 juta per kuartal III-2025, dibandingkan sebelumnya yakni US$ 431,5 juta.

Hasil ini dipengaruhi oleh berkurangnya beban pokok pendapatan sebesar 17,5% yoy dari US$ 3,87 miliar per kuartal III-2024 menjadi US$ 3,19 miliar per kuartal III-2025.

Beban usaha BUMI juga menurun 7,3% yoy dari US$ 180,2 juta per kuartal III-2024 menjadi US$ 167 juta per kuartal III-2025. Dengan begitu, laba usaha BUMI terkoreksi 22,1% dari US$ 251,3 juta per kuartal III-2024 menjadi US$ 195,6 juta per kuartal III-2025.

Margin usaha BUMI pun ikut menyusut dari 5,8% per kuartal III-2025 menjadi 5,5% per kuartal III-2025.

BUMI mengantongi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 29,4 juta per kuartal III-2025, atau anjlok 76,1% yoy dibandingkan periode sebelumnya yakni US$ 122,9 juta.

Dari sisi operasional, produksi batubara BUMI berkurang 4% yoy menjadi 54,9 juta ton. Penjualan batubara BUMI juga berkurang 2% yoy menjadi 54,5 juta ton di tengah harga rata-rata FOB BUMI yang terkoreksi 18% yoy menjadi US$ 60,4 per ton.

Lebih lanjut, volume lapisan penutup yang dihilangkan BUMI menurun 11% menjadi 445,8 juta bcm, sedangkan stripping ratio emiten tersebut juga turun dari 8,7 kali per kuartal III-2024 menjadi 8,1 kali per kuartal III-2025.

Terlepas dari itu, Manajemen BUMI menyebut bahwa hasil kinerja ini mencerminkan disiplin operasional dan keberlanjutan upaya efisiensi biaya di tengah fluktuasi harga komoditas global.

“BUMI tetap berkomitmen untuk menjaga efisiensi operasional, memperkuat ketahanan rantai pasok, dan mendukung strategi diversifikasi ke sektor mineral penting guna memperkuat portofolio usaha jangka panjang,” tulis Manajemen BUMI dalam keterbukaan informasi, Jumat (31/10/2025).

Hingga akhir 2025, BUMI menargetkan volume penjualan batubara sebanyak 73—75 juta ton dengan harga rata-rata yang diproyeksikan sekitar US$ 59—US$ 61 per ton. BUMI juga memperkirakan biaya tunai produksi 2025 sekitar US$ 41—US$ 43 per ton.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)