IHSG Dibuka Menguat ke 6.214, Top Gainers LQ45: CUAN, BRPT dan EMTK

  IHSG Dibuka Menguat ke 6.214, Top Gainers LQ45: CUAN, BRPT dan EMTK, Selasa (26/5) Selasa, 26 Mei 2026 / 09:12 WIB INDEKS BERITA IHSG Dibuka Menguat ke 6.214, Top Gainers LQ45: CUAN, BRPT dan EMTK, Selasa (26/5) ILUSTRASI. Investor ritel mengamati IHSG lewat gawainya yang Ditutup Melemah (KONTAN/Cheppy A. Muchlis) Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan kenaikan pada perdagangan pagi ini, setelah sempat dibuka di zona merah. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG menguat 0,14% ke level 6.214,95 pada hari Selasa (26/5/2026) pukul 09.04 WIB. Kenaikan IHSG ditopang mayoritas indeks sekltoral yang dipimpin sektor infrastruktur, barang baku, transportasi, energi, perindustrian, teknologi, kesehatan dan barang konsumer non primer. Baca Juga: IHSG Ambruk 3,08% ke 6.396 Sesi I, Selasa (19/5), Top Losers LQ45: CUAN, INCO, DEWA Total volume perdagangan saham di BEI pagi ini mencapai 1,7...

Rupiah di Pasar Spot Menguat Pagi ini di Level Rp 16.692 per Dolar AS, Kamis (6/11)

 

Mata uang rupiah di pasar spot dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat(AS) pada perdagangan pagi ini. 

Mengutip data Bloomberg, Kamis (6/11/2025), rupiah spot dibuka di level Rp 16.692 per dolar AS pada pukul 19.10 WIB. Rupiah tercatat menguat 0,15% dibandingkan harga penutupan Rabu (5/11/2025) yang berada di level 16.717 per dolar AS.

Sebelumnya, Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, dolar AS masih dalam tren penguatan karena dipicu ketidakpastian pemangkasan suku bunga the Federal Reserve ke depannya. 

Rupiah juga terseret rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal III-2025.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal III-2025 mencapai 5,04%. Kenaikan itu lebih rendah bila dibandingkan pertumbuhan pada kuartal II-2025 yang sebesar 5,12%.

"Investor juga tengah menantikan data pekerjaan automatic data processing (ADP) nonfarm employment dan survei Institute of Supply Management (ISM) non-manufacturing," ujar Lukman, Rabu (5/11).

Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah pada Kamis (6/11) akan bergerak fluktuatif, tapi ditutup melemah di rentang Rp 16.710–Rp 16.760 per dolar AS. 

Lukman memperkirakan, rupiah hari ini akan kembali tertekan di rentang Rp 16.550 hingga Rp 16.750 per dolar AS.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)