Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Dana Asing Masuk Pasar Modal RI, Cek Saham Net Buy & Net Sell Terbesar dalam Sepekan

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan sepanjang pekan ini.

Pada perdagangan Jumat (14/11/2025), IHSG terkoreksi tipis 0,02% sehingga membuat IHSG turun 0,29% ke level 8.370,43 sepekan terakhir.

Sepanjang perdagangan Jumat IHSG menyentuh level terendah 8.360 dan level tertinggi 8.417 dengan kapitalisasi pasar Rp 15.346 triliun.

IHSG tertekan sembilan dari 11 sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat. Sektor yang turun paling dalam antara lain ektor perindustrian 1,76%, disusul Kesehatan 1,49%, dan barang konsumer non primer 1,09%.

Sementara sektor yang menguat adalah infrastruktur 1,18% dan transportasi 1,15%.

Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 43,61 miliar dengan nilai transaksi Rp 20,09 triliun. 

Ada 458 saham yang turun, 221 saham yang naik dan 136 saham yang stagnan.

Adapun dalam sepekan terakhir investor asing membukukan net buy jumbo Rp 4,83 triliun di seluruh pasar.

Berikut 10 saham net buy terbesar asing dalam sepekan

1. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 1,21 triliun
2. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 530,47 miliar
3. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 508,7 miliar
4. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) Rp 352,4 miliar
5. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 331,22 miliar
6. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 215,7 miliar
7. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 206,63 miliar
8. PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 164,36 miliar
9. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 147,17 miliar
10. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 143,66 miliar

Dana Asing Mengalir Masuk: IHSG Diramal Tembus 8.350

© 2025 Konten oleh Kontan

Di tengah masuknya arus modal asing di pasar modal Indonesia, investor asing juga tercatat banyak menjual saham-saham ini selama sepekan terakhir.

Berikut 10 saham net sell terbesar asing dalam sepekan:

1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 464,97 miliar
2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 255,2 miliar
3. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 176,05 miliar
4. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 162,39 milair
5. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 151,58 miliar
6. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp 118,48 miliar
7. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 111,91 miliar
8. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 90,38 miliar
9. PT Mayora Indah Tbk (MYOR) Rp 77,84 miliar
10. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) RP 77,04 miliar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia