Prospek Saham Rumah Sakit di 2026: Cek Pendorong Kinerja & Tantangan Tersembunyi

  Prospek emiten sektor rumah sakit pada tahun 2026 diperkirakan tetap cerah seiring meningkatnya permintaan layanan kesehatan dan ekspansi jaringan rumah sakit yang masih berlanjut. Head Research Korea Invesment and Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengatakan, peningkatan volume pasien, baik dari segmen BPJS maupun pasien privat, akan menjadi pendorong utama kinerja sektor ini.  Selain itu, ekspansi rumah sakit turut meningkatkan tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR). Menurut dia, kondisi tersebut berpotensi memberikan sentimen positif terhadap pergerakan saham emiten rumah sakit seperti PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ). “Peningkatan volume pasien serta ekspansi akan mengerek tingkat keterisian tempat tidur (BOR). Hal ini langsung mendongkrak margin profitabilitas dan laba,” ujar Wafi kepad...

Bursa Asia Bervariasi, Indeks Nikkei 225 Melemah di Pagi Ini (17/11)

 

Bursa Asia bervariasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan pagi hari ini. Senin (17/11/2025) pukul 08.23 WIB, indeks Nikkei 225 anjlok 0,52% ke 50.115,71. Sejalan, Indeks Hang Seng dibuka melemah 0,49% ke 26.441,7.

Sementara itu, indeks Taiex terlihat menguat 0,89% menjadi 27.641,16 dan indeks Kospi melonjak 1,62% ke 4.076,54. Sementara itu, indeks ASX 200 melemah 0,13% ke 8.623,7.

Di sisi lain, FTSE Straits Times melemah 0,23% ke 4.535,79 dan FTSE Malay KLCI naik 0,14% ke 1.627,98. 

Pasar Asia-Pasifik diperdagangkan beragam karena investor menantikan serangkaian data ekonomi regional.

Di mana, pelaku pasar juga akan mencermati data pertumbuhan ekonomi Thailand di kuartal III-2025 dan neraca perdagangan Singapura di kemudian hari.

Pada Jumat (14/11/2025), indeks Nasdaq Composite rebound karena investor memborong saham-saham teknologi utama, sehari setelah grup tersebut memimpin Wall Street ke hari terburuknya dalam lebih dari sebulan.

Indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi naik 0,13% dan ditutup pada level 22.900,59, mengakhiri penurunan tiga hari berturut-turut. 

Sedangkan, indeks S&P 500 ditutup mendekati garis datar, turun hanya 0,05% di level 6.734,11, dan indeks Dow Jones Industrial Average turun 309,74 poin, atau 0,65%, dan ditutup pada level 47.147,48.

Ketiga indeks tersebut bangkit kembali secara signifikan dari level terendah mereka di awal hari, yang membuat Nasdaq dan S&P 500 masing-masing turun 1,9% dan sekitar 1,4%. Dow Jones telah turun hampir 600 poin, atau sekitar 1,3%.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025