Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bursa Asia Bervariasi, Indeks Nikkei 225 Melemah di Pagi Ini (17/11)

 

Bursa Asia bervariasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan pagi hari ini. Senin (17/11/2025) pukul 08.23 WIB, indeks Nikkei 225 anjlok 0,52% ke 50.115,71. Sejalan, Indeks Hang Seng dibuka melemah 0,49% ke 26.441,7.

Sementara itu, indeks Taiex terlihat menguat 0,89% menjadi 27.641,16 dan indeks Kospi melonjak 1,62% ke 4.076,54. Sementara itu, indeks ASX 200 melemah 0,13% ke 8.623,7.

Di sisi lain, FTSE Straits Times melemah 0,23% ke 4.535,79 dan FTSE Malay KLCI naik 0,14% ke 1.627,98. 

Pasar Asia-Pasifik diperdagangkan beragam karena investor menantikan serangkaian data ekonomi regional.

Di mana, pelaku pasar juga akan mencermati data pertumbuhan ekonomi Thailand di kuartal III-2025 dan neraca perdagangan Singapura di kemudian hari.

Pada Jumat (14/11/2025), indeks Nasdaq Composite rebound karena investor memborong saham-saham teknologi utama, sehari setelah grup tersebut memimpin Wall Street ke hari terburuknya dalam lebih dari sebulan.

Indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi naik 0,13% dan ditutup pada level 22.900,59, mengakhiri penurunan tiga hari berturut-turut. 

Sedangkan, indeks S&P 500 ditutup mendekati garis datar, turun hanya 0,05% di level 6.734,11, dan indeks Dow Jones Industrial Average turun 309,74 poin, atau 0,65%, dan ditutup pada level 47.147,48.

Ketiga indeks tersebut bangkit kembali secara signifikan dari level terendah mereka di awal hari, yang membuat Nasdaq dan S&P 500 masing-masing turun 1,9% dan sekitar 1,4%. Dow Jones telah turun hampir 600 poin, atau sekitar 1,3%.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia