Energi Mega Persada (ENRG) Cetak Laba Bersih Rp807 Miliar Semester I/2026 Energi Mega Persada (ENRG) raih laba bersih Rp807 miliar di semester I/2026, didorong penjualan migas yang naik 18,51% dan strategi optimalisasi aset

  Emiten Grup Bakrie PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) mencatatkan peningkatan kinerja pada semester I/2026. ENRG mencetak laba bersih US$45,2 juta atau setara Rp807,7 miliar sepanjang semester I/2026. Berdasarkan laporan keuangannya, ENRG membukukan penjualan sebesar US$283,37 juta, atau setara Rp5,05 triliun. Penjualan ini naik 18,51% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$239,1 juta. Penjualan ini dikontribusi dari penjualan di perusahaan minyak dan gas bumi dengan total US$269,72 juta, yang terdiri dari penjualan gas bumi US$163,3 juta dan minyak mentah US$110 juta. Sementara itu, penjualan dari infrastruktur minyak dan gas bumi ENRG mencapai US$13,64 juta. Berdasarkan pelanggannya, ENRG menjual migas ke TIS Petroleum (Asia) Pte. Ltd. sebesar US$43,19 juta, PT Pertamina Patra Niaga sebesar US$92,25 juta, dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sebesar US$67,41 juta. Syailendra S. Bakrie, Chief Executive Officer & Presiden Direktur EMP, mengatakan ENRG memb...

Bursa Asia Bervariasi, Indeks Nikkei 225 Melemah di Pagi Ini (17/11)

 

Bursa Asia bervariasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan pagi hari ini. Senin (17/11/2025) pukul 08.23 WIB, indeks Nikkei 225 anjlok 0,52% ke 50.115,71. Sejalan, Indeks Hang Seng dibuka melemah 0,49% ke 26.441,7.

Sementara itu, indeks Taiex terlihat menguat 0,89% menjadi 27.641,16 dan indeks Kospi melonjak 1,62% ke 4.076,54. Sementara itu, indeks ASX 200 melemah 0,13% ke 8.623,7.

Di sisi lain, FTSE Straits Times melemah 0,23% ke 4.535,79 dan FTSE Malay KLCI naik 0,14% ke 1.627,98. 

Pasar Asia-Pasifik diperdagangkan beragam karena investor menantikan serangkaian data ekonomi regional.

Di mana, pelaku pasar juga akan mencermati data pertumbuhan ekonomi Thailand di kuartal III-2025 dan neraca perdagangan Singapura di kemudian hari.

Pada Jumat (14/11/2025), indeks Nasdaq Composite rebound karena investor memborong saham-saham teknologi utama, sehari setelah grup tersebut memimpin Wall Street ke hari terburuknya dalam lebih dari sebulan.

Indeks Nasdaq yang didominasi saham teknologi naik 0,13% dan ditutup pada level 22.900,59, mengakhiri penurunan tiga hari berturut-turut. 

Sedangkan, indeks S&P 500 ditutup mendekati garis datar, turun hanya 0,05% di level 6.734,11, dan indeks Dow Jones Industrial Average turun 309,74 poin, atau 0,65%, dan ditutup pada level 47.147,48.

Ketiga indeks tersebut bangkit kembali secara signifikan dari level terendah mereka di awal hari, yang membuat Nasdaq dan S&P 500 masing-masing turun 1,9% dan sekitar 1,4%. Dow Jones telah turun hampir 600 poin, atau sekitar 1,3%.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini