Sempat Menghijau di Pembukaan, IHSG Hari Ini Berbalik Arah ke Zona Merah

 Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada awal perdagangan saham hari ini, Selasa (7/7/2026). Namun tidak lama kemudian, indeks harus menghadapi tekanan pasar. Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik ke level 5.933,57 dari penutupan perdagangan kemarin di angka 5.916,07. Saat dipantau pada pukul 09.05 WIB, IHSG sudah berbalik arah ke zona merah dengan melemah tipis 0,09% ke posisi 5.910,12. Berbeda dengan indeks utama, indeks saham LQ45 terpantau berada di zona hijau dengan kenaikan sebesar 0,60% ke level 587. Secara umum, sebagian besar indeks saham acuan lainnya juga bergerak menghidupkan zona hijau. Pada awal sesi perdagangan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 5.943,53 dan level terendah di 5.903,45. Tercatat sebanyak 278 saham menguat, 159 saham melemah, dan 229 saham bergerak stagnan atau diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 94.751 kali dengan volume perdagangan mencapai 1,1 miliar saham. Nilai transak...

Bursa Asia Mayoritas Melemah di Pagi Ini (7/11), Indeks Nikkei 225 Turun Paling Dalam

 

Bursa Asia cenderung melemah pada perdagangan pagi hari ini. Jumat (7/11/2025) pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 anjlok 1,65% ke 50.043,99. Sejalan, Indeks Hang Seng dibuka melemah 0,51% ke 26.350,74.

Sementara itu, indeks Taiex terlihat turun 0,55% menjadi 27.744,87 dan indeks Kospi ambles 1,26% ke 3.975,58. Sementara itu, indeks ASX 200 melemah 0,15% ke 8.815.

Di sisi lain, FTSE Straits Times malah naik 0,61% ke 4.512,24 dan FTSE Malay KLCI melemah 0,14% ke 1.616,62. 

Pasar Asia-Pasifik dibuka melemah, mengikuti penurunan Wall Street di tengah kekhawatiran yang terus berlanjut atas valuasi saham-saham kecerdasan buatan yang tinggi.

Saham-saham perusahaan AI besar di pasar saham Amerika Serikat (AS) turun pada sesi sebelumnya dan turut membebani pasar AS secara keseluruhan. Penurunan terbesar terjadi pada saham Nvidia, Microsoft, Palantir Technologies, Broadcom, dan Advanced Micro Devices

Indeks acuan Jepang, Nikkei 225, anjlok 1,38% pada pembukaan. Saham-saham terkait AI turut menekan indeks seperti saham SoftBank yang turun hampir 8%, produsen peralatan pengujian semikonduktor, Advantest, juga ambles lebih dari 6%, dan saham produsen chip, Renesas Electronics turun 4%, dan serta saham Tokyo Electron, produsen peralatan produksi chip, turun 1,56%.

Investor di Asia mencermati data perdagangan China untuk bulan Oktober, yang akan dirilis hari ini. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan ekspor melambat menjadi 3% year-on-year, turun dari lonjakan 8,3% pada bulan September, sementara impor diperkirakan turun menjadi 3,2% dari 7,4%.

Hal ini terjadi karena permintaan domestik yang lemah terus membebani akibat kemerosotan pasar perumahan yang berkepanjangan, meningkatnya ketidakpastian pekerjaan, dan pengurangan stimulus yang berfokus pada konsumsi.

Kontrak berjangka AS sedikit menguat pada awal sesi perdagangan Asia setelah aksi jual saham teknologi pada hari Kamis.

Di sesi sebelumnya, Dow Jones Industrial Average ditutup turun 398,70 poin atau 0,84% dan ditutup pada level 46.912,30. Indeks S&P 500 juga melemah 1,12% dan ditutup pada level 6.720,32, sementara Nasdaq Composite turun 1,9% dan ditutup pada level 23.053,99.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)