BEI Suspensi Saham EKAD, TMPO, dan PACK Usai Naik Ratusan Persen dalam Sebulan

  PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham tiga emiten, yakni PT Ekadharma International Tbk (EKAD), PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO), dan PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK), mulai perdagangan Kamis, 27 Agustus 2026. Suspensi dilakukan setelah harga kumulatif ketiga saham tersebut mengalami peningkatan ratusan persen dalam beberapa waktu terakhir. Saham EKAD misalnya mencatat kenaikan harga sebesar 39,74% dalam lima hari perdagangan, sehingga berada di level Rp 422 per saham. Dalam periode satu bulan, saham EKAD bahkan telah melonjak 152,69%. Sementara itu, saham PACK tercatat naik 40,36% dalam lima hari hingga mencapai Rp 466 per saham. Dalam sebulan, saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk tersebut telah menguat 108,04%. Baca Juga: Permintaan Menguat, Cermati Prospek dan Rekomendasi Saham Industri Semen Adapun saham TMPO mencatat kenaikan paling tinggi dalam periode lima hari, yakni sebesar 48,24%, dengan harga berada di level Rp 252 pe...

Bursa Asia Mayoritas Melemah di Pagi Ini (7/11), Indeks Nikkei 225 Turun Paling Dalam

 

Bursa Asia cenderung melemah pada perdagangan pagi hari ini. Jumat (7/11/2025) pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 anjlok 1,65% ke 50.043,99. Sejalan, Indeks Hang Seng dibuka melemah 0,51% ke 26.350,74.

Sementara itu, indeks Taiex terlihat turun 0,55% menjadi 27.744,87 dan indeks Kospi ambles 1,26% ke 3.975,58. Sementara itu, indeks ASX 200 melemah 0,15% ke 8.815.

Di sisi lain, FTSE Straits Times malah naik 0,61% ke 4.512,24 dan FTSE Malay KLCI melemah 0,14% ke 1.616,62. 

Pasar Asia-Pasifik dibuka melemah, mengikuti penurunan Wall Street di tengah kekhawatiran yang terus berlanjut atas valuasi saham-saham kecerdasan buatan yang tinggi.

Saham-saham perusahaan AI besar di pasar saham Amerika Serikat (AS) turun pada sesi sebelumnya dan turut membebani pasar AS secara keseluruhan. Penurunan terbesar terjadi pada saham Nvidia, Microsoft, Palantir Technologies, Broadcom, dan Advanced Micro Devices

Indeks acuan Jepang, Nikkei 225, anjlok 1,38% pada pembukaan. Saham-saham terkait AI turut menekan indeks seperti saham SoftBank yang turun hampir 8%, produsen peralatan pengujian semikonduktor, Advantest, juga ambles lebih dari 6%, dan saham produsen chip, Renesas Electronics turun 4%, dan serta saham Tokyo Electron, produsen peralatan produksi chip, turun 1,56%.

Investor di Asia mencermati data perdagangan China untuk bulan Oktober, yang akan dirilis hari ini. Ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan ekspor melambat menjadi 3% year-on-year, turun dari lonjakan 8,3% pada bulan September, sementara impor diperkirakan turun menjadi 3,2% dari 7,4%.

Hal ini terjadi karena permintaan domestik yang lemah terus membebani akibat kemerosotan pasar perumahan yang berkepanjangan, meningkatnya ketidakpastian pekerjaan, dan pengurangan stimulus yang berfokus pada konsumsi.

Kontrak berjangka AS sedikit menguat pada awal sesi perdagangan Asia setelah aksi jual saham teknologi pada hari Kamis.

Di sesi sebelumnya, Dow Jones Industrial Average ditutup turun 398,70 poin atau 0,84% dan ditutup pada level 46.912,30. Indeks S&P 500 juga melemah 1,12% dan ditutup pada level 6.720,32, sementara Nasdaq Composite turun 1,9% dan ditutup pada level 23.053,99.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini