Harga Minyak Rebound, Kebijakan AS ke Venezuela Jadi Kunci

  Harga minyak rebound pada perdagangan Kamis (8/1/2026) pagi, setelah anjlok kemarin. Pukul 07.20 WIB, harga minyak West Texas Intermediate ( WTI ) untuk pengiriman Februari 2026 di New York Mercantile Exchange berada di level US$ 56,32 per barel, naik 0,59% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 55,99 per barel. Mengutip Bloomberg , harga minyak naik karena para pedagang mencerna lebih banyak langkah dari AS terkait Venezuela , termasuk rencana untuk mengontrol penjualan minyak di masa mendatang tanpa batas waktu, dan penyitaan dua kapal tanker yang dikenai sanksi. Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan, awalnya AS akan menawarkan minyak mentah yang disimpan, dan kemudian menjual pasokan Venezuela. Departemen Energi mengatakan minyak sedang dipasarkan. Perusahaan minyak negara Venezuela dalam sebuah pernyataan mengungkapkan bahwa mereka sedang bernegosiasi dengan Washington mengenai penjualan minyak mentah melalui kerangka kerja yang mirip dengan kesepakatan den...

Bursa Asia Reli di Pagi Ini (20/11): Ditopang Kinerja Nvidia, Nikkei Melonjak 3,39%

 

Bursa Asia menguat pada perdagangan pagi hari ini. Kamis (20/11/2025) pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 melonjak 3,39% ke 50,182,08. Sejalan, Indeks Hang Seng dibuka naik 0,65% ke 25.999,78.

Sementara itu, indeks Taiex terlihat melesat 3,13% menjadi 27.413,36 dan indeks Kospi menguat 2,4% ke 4.023,81. Sementara itu, indeks ASX 200 naik 0,9% ke 8.524,3.

Di sisi lain, FTSE Straits Times menguat 0,27% ke 4.517,59 dan FTSE Malay KLCI menguat 0,27% ke 1.628,33. 

Pasar Asia-Pasifik menguat, seiring reli saham chip setelah laba Nvidia yang lebih tinggi dari perkiraan dan proyeksi bullish yang memperkuat kepercayaan pada perdagangan AI global.

Saham Nvidia melonjak lebih dari 4% dalam perdagangan yang diperpanjang setelah laba kuartal ketiga di tahun fiskalnya melampaui ekspektasi. Perusahaan chip AI kesayangan ini juga memberikan proyeksi penjualan kuartal keempat yang lebih tinggi dari perkiraan, dengan CEO Jensen Huang mengatakan permintaan untuk chip Blackwell generasi saat ini "sangat tinggi."

Indeks acuan Jepang, Nikkei 225, melonjak 3,7% pada awal perdagangan, sementara indeks Topix naik 1,67%.

Saham-saham terkait chip menguat di indeks karena investor menyambut baik laporan kuartalan Nvidia, dengan konglomerat teknologi SoftBank melejit hingga 8%, produsen peralatan semikonduktor Tokyo Electron melonjak hampir 7%, Lasertec naik 5,6%, dan produsen chip Renesas Electron diperdagangkan 4,8% lebih tinggi.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 2,63%, dan Kosdaq berkapitalisasi kecil naik 1,75%. Sentimen positif investor juga meluas ke Korea Selatan karena saham-saham unggulan indeks, produsen chip memori SK Hynix dan Samsung Electronics, masing-masing naik lebih dari 6% dan 3,3%.

Indeks ASX/S&P 200 menguat di awal sesi perdagangan Asia setelah proyeksi positif Nvidia, yang kemungkinan mengangkat sentimen investor seputar perdagangan AI, menyusul sesi-sesi terakhir yang mencerminkan kekhawatiran tentang valuasi yang tinggi, pembiayaan utang, dan potensi depresiasi chip.

"Angka-angka Nvidia tetap sangat kuat saat ini, tetapi tak pelak lagi muncul pertanyaan apakah perusahaan Huang telah mencapai titik tertingginya dalam hal pertumbuhan dan pangsa pasar," ujar David Russell, kepala strategi pasar global di TradeStation.

Di sisi lain, indeks S&P 500 mengalami kenaikan 0,38% dan ditutup pada level 6.642,16, mengakhiri penurunan empat hari berturut-turut. Sementara, indeks Nasdaq Composite menguat 0,59% dan ditutup pada level 22.564,23. Dow Jones Industrial Average naik 47 poin, atau 0,1%, dan berakhir pada level 46.138,77.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bitcoin Menuju US$115.000, Tapi Tangan Tak Terlihat Dealer Bisa Redam Rally

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Cermati Rekomendasi Saham Pilihan Analis untuk Senin (3/3) Usai IHSG Terjun ke 6.270