Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bursa Asia Bergerak Campuran Rabu (1/10) Pagi, Investor Waspadai Potensi Shutdown AS

 

Bursa saham Asia-Pasifik dibuka bervariasi pada Rabu (1/10/2025), mengikuti penguatan di Wall Street di tengah kekhawatiran potensi penutupan pemerintahan (government shutdown) Amerika Serikat (AS).

Para legislator di Washington masih berdebat soal detail rancangan undang-undang belanja sementara kedua.

Di Jepang, Bank of Japan (BOJ) merilis hasil survei Tankan kuartal III, yang mengukur sentimen bisnis perusahaan Jepang dan menjadi indikator penting bagi bank sentral.

Indeks kepercayaan bisnis manufaktur besar naik ke level +14 dari +13 pada kuartal sebelumnya, namun lebih rendah dari perkiraan ekonom Reuters di +15.

Sementara itu, indeks non-manufaktur stabil di level +34. Angka positif menandakan pelaku usaha optimistis lebih banyak dibanding pesimistis.

Investor Asia juga menantikan keputusan suku bunga dari Bank Sentral India (RBI) yang akan diumumkan pada Rabu malam waktu setempat.

Dari sisi bursa, Nikkei 225 Jepang turun 1,05%, sedangkan Topix melemah lebih dalam 1,52%.

Di Korea Selatan, Kospi menguat 0,68% dan Kosdaq naik 0,77%.

Sementara itu, S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,25% pada awal perdagangan.

Pasar di China daratan dan Hong Kong ditutup karena libur nasional.

Dari AS, bursa Wall Street kompak menghijau. S&P 500 naik 0,41% ke 6.688,46, Nasdaq Composite bertambah 0,31% ke 22.660,01, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,18% atau 81,82 poin ke 46.397,89, mencetak rekor penutupan tertinggi baru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini