Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Bursa Asia Bergerak Campuran Rabu (1/10) Pagi, Investor Waspadai Potensi Shutdown AS

 

Bursa saham Asia-Pasifik dibuka bervariasi pada Rabu (1/10/2025), mengikuti penguatan di Wall Street di tengah kekhawatiran potensi penutupan pemerintahan (government shutdown) Amerika Serikat (AS).

Para legislator di Washington masih berdebat soal detail rancangan undang-undang belanja sementara kedua.

Di Jepang, Bank of Japan (BOJ) merilis hasil survei Tankan kuartal III, yang mengukur sentimen bisnis perusahaan Jepang dan menjadi indikator penting bagi bank sentral.

Indeks kepercayaan bisnis manufaktur besar naik ke level +14 dari +13 pada kuartal sebelumnya, namun lebih rendah dari perkiraan ekonom Reuters di +15.

Sementara itu, indeks non-manufaktur stabil di level +34. Angka positif menandakan pelaku usaha optimistis lebih banyak dibanding pesimistis.

Investor Asia juga menantikan keputusan suku bunga dari Bank Sentral India (RBI) yang akan diumumkan pada Rabu malam waktu setempat.

Dari sisi bursa, Nikkei 225 Jepang turun 1,05%, sedangkan Topix melemah lebih dalam 1,52%.

Di Korea Selatan, Kospi menguat 0,68% dan Kosdaq naik 0,77%.

Sementara itu, S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,25% pada awal perdagangan.

Pasar di China daratan dan Hong Kong ditutup karena libur nasional.

Dari AS, bursa Wall Street kompak menghijau. S&P 500 naik 0,41% ke 6.688,46, Nasdaq Composite bertambah 0,31% ke 22.660,01, dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,18% atau 81,82 poin ke 46.397,89, mencetak rekor penutupan tertinggi baru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)