Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

IHSG Berpotensi Konsolidasi Rabu (1/10), MNC Sekuritas Sarankan AMRT hingga SMGR

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak konsolidasi pada perdagangan Rabu (1/10/2025).

Pada perdagangan Selasa (30/9), IHSG melemah 0,77% dan menutup sesi di level 8.061.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai, pergerakan IHSG kemarin masih didominasi oleh tekanan jual.

Ia melihat dalam jangka pendek, IHSG cenderung bergerak konsolidasi dengan peluang penguatan terbatas.

“Skenario terbaiknya, IHSG masih berpeluang menguat sebagai bagian dari wave [iii] menuju area 8.200–8.246,” jelas Herditya dalam risetnya.

Meski begitu, ia mengingatkan IHSG masih rawan terkoreksi untuk menguji level 7.894–7.959. Adapun level support IHSG berada di 8.005 dan 7.840, sementara resistance di 8.155 dan 8.192.

Berikut rekomendasi saham pilihan MNC Sekuritas untuk perdagangan hari ini:

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

  • Rekomendasi: Buy on weakness di Rp 1.905–1.930
  • Target harga: Rp 2.010, Rp 2.130
  • Stoploss: di bawah Rp 1.855

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)

  • Rekomendasi: Buy on weakness di Rp 715–795
  • Target harga: Rp 880, Rp 940
  • Stoploss: di bawah Rp 650

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA)

  • Rekomendasi: Buy on weakness di Rp 805–895
  • Target harga: Rp 1.015, Rp 1.070
  • Stoploss: di bawah Rp 750

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR)

  • Rekomendasi: Sell on strength di Rp 2.900–2.940

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia

RLCO Resmi IPO di BEI, Saham Langsung ARA Naik 34,52%, Hari Ini (9/12) Beli/Jual?