Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Bursa Asia Beragam Kamis (30/10) Pagi, Pantau Pertemuan Trump–Xi dan Sinyal The Fed

 

Pasar saham Asia-Pasifik bergerak bervariasi pada perdagangan Kamis (30/10), setelah Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell menyatakan bahwa pemangkasan suku bunga pada Desember belum menjadi “kesimpulan yang pasti.”

Sehari sebelumnya, The Fed menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin sesuai ekspektasi, sehingga kisaran suku bunga federal funds kini berada di 3,75%–4%.

Di Asia, investor menanti pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, yang menjadi pertemuan tatap muka pertama sejak Trump memasuki masa jabatan keduanya.

Pertemuan ini dinilai penting untuk arah hubungan dagang kedua negara ke depan.

Pasar Korea Selatan juga menjadi sorotan setelah penasihat kebijakan utama Seoul, Kim Yong-beom, dilaporkan mengungkapkan rincian kerja sama dagang dengan Washington.

Menurut laporan media lokal, Korea Selatan akan menanamkan investasi sebesar US$200 miliar di AS dengan batas maksimal US$ 20 miliar per tahun.

Sementara itu, sisa US$150 miliar dari total komitmen US$350 miliar akan dialokasikan untuk kerja sama di sektor perkapalan.

Di awal perdagangan, indeks Kospi menguat 1,37%, ditopang saham sektor otomotif dan perkapalan, sedangkan Kosdaq melemah tipis 0,1%.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun tipis di bawah level penutupan sebelumnya, sementara Topix naik 0,1%.

Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,29% pada awal sesi.

Adapun indeks Hang Seng Hong Kong diperkirakan menguat saat perdagangan dibuka kembali pasca libur, dengan kontrak berjangka HSI di 26.598, lebih tinggi dari penutupan sebelumnya di 26.346,14.

Dari Wall Street, Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,2% ke 47.632, setelah sempat mencetak rekor tertinggi intraday sebelum terkoreksi usai pernyataan Powell.

S&P 500 juga melemah tipis ke 6.890,59, sementara Nasdaq Composite naik 0,55% ke rekor baru di 23.958,47, ditopang penguatan saham Nvidia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia

RLCO Resmi IPO di BEI, Saham Langsung ARA Naik 34,52%, Hari Ini (9/12) Beli/Jual?