Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Harga Naik Tajam, BEI Suspensi Saham SKRN dan HOMI

 

Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham dua emiten yakni PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) dan PT Grand House Mulia Tbk (HOMI) pada Selasa (28/10/2025).

BEI menyebut adalnya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham SKRN dan HOMI. Alhasil, dalam rangka cooling down dan sebagai bentuk perlindungan bagi investor, BEI memandang perlu melakukan penghentian sementara kedua saham tersebut pada hari ini.

Penghentian sementara perdagangan saham SKRN dan HOMI yang dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai ditujukan untuk memberi waktu yang memadai bagi pelaku pasar guna mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambil keputusan investasinya di saham SKRN dan HOMI.

“Para pihak yang berkepentingan diharapkan selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perusahaan,” tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari. A, dalam pengumuman Senin (27/10/2025).

Sebagai informasi, saham SKRN terpantau melejit 55,38% dalam sepekan terakhir ke level Rp 1.010 per saham hingga Senin (27/10). Dalam sebulan terakhir, harga saham SKRN melonjak 113,08%.

Saham HOMI juga mengalami lonjakan harga 22,34% dalam sepekan terakhir ke level Rp 460 per saham hingga Senin (27/10) kemarin. Sedangkan dalam sebulan terakhir, harga saham emiten tersebut melesat 85,48%.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini