Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Laba Bersih Chandra Daya Investasi (CDIA) Melambung 269,6% Hingga Kuartal III-2025

 

Emiten pendatang baru, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatatkan kinerja keuangan positif untuk periode sembilan bulan pertama 2025.

Pendapatan bersih CDIA mengalami kenaikan 42% year on year (YoY) menjadi US$ 104,8 juta hingga kuartal III-2025.

Segmen energi menjadi kontributor utama pendapatan CDIA yakni sebesar US$ 76 juta atau tumbuh 11% yoy, sedangkan segmen logistik mencetak pendapatan US$ 24,6 juta atau melesat 1234,1% yoy.

Adapun segmen Pelabuhan dan penyimpanan mencatat pertumbuhan pendapatan 18,5% yoy menjadi US$ 4,2 juta.

Selain itu, laba bersih setelah pajak CDIA juga meningkat signifikan 269,6% yoy menjadi US$ 83,5 juta per kuartal III-2025.

Direktur CDIA Jonathan Kandinata mengatakan, capaian kinerja yang solid hingga kuartal III-2025 mencerminkan fundamental yang semakin kuat dan eksekusi yang disiplin sejak CDIA resmi IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Laba bersih perusahaan yang mencapai US$ 83,5 juta didukung oleh operasional yang tangguh dan pertumbuhan portofolio yang berkelanjutan.

Di samping itu, Liquidity Pool CDIA yang tercatat sebesar US$ 705,4 juta kini semakin diperkuat oleh pinjaman baru dari PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), sehingga meningkatkan kapasitas perusahaan untuk berinvestasi dan tumbuh secara berkelanjutan.

“Kinerja ini menegaskan efektivitas strategi kami dalam membangun platform infrastruktur terdiversifikasi di sektor energi, air, logistik, pelabuhan, dan penyimpanan,” ujar dia dalam keterbukaan informasi, Kamis (30/10/2025).

Selama periode tersebut, anak usaha PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ini semakin memperkuat basis permodalannya melalui berbagai inisiatif pendanaan terdiversifikasi, termasuk fasilitas pinjaman senilai Rp 2 triliun dari BTN, dilengkapi dengan fasilitas eksisting dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), tambahan modal dari Chandra Asri Group dan EGCO Group, serta dana hasil IPO pada Juli 2025.

Seluruh inisiatif ini secara kolektif memperkuat ketahanan finansial CDIA dan memposisikan emiten tersebut untuk melanjutkan pertumbuhan jangka panjang di seluruh pilar bisnisnya.

Dengan memanfaatkan momentum dari keberhasilan akuisisi PT Barito Investa Prima (kini PT Chandra Investa Prima) dan peluncuran fasilitas cold storage melalui Chandra Cold Chain sebelum IPO, CDIA mampu memperluas jejaknya di logistik darat dan membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan selanjutnya.

CDIA juga telah menambah 20 truk baru untuk memperluas cakupan kargo di wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, dan Bali.

Melengkapi inisiatif berbasis darat tersebut, CDIA memperkuat platform logistik maritim melalui pembangunan dua kapal pengangkut gas etilena, dan penambahan kepemilikan saham di PT Chandra Shipping International (CSI) dan PT Marina Indah Maritim (MIM), sehingga meningkatkan skala dan efisiensi operasional.

Pada saat yang sama, di portofolio energi, CDIA juga melanjutkan ekspansi kapasitas tenaga surya menjadi 11 MWp pada November 2025, sehingga menunjukkan komitmen perusahaan terhadap energi terbarukan dan pertumbuhan berkelanjutan.

“Secara keseluruhan, pencapaian ini mencerminkan tekad kami untuk menghadirkan keunggulan operasional dan nilai jangka panjang,” tandas dia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Kasus TaniHub bayangi iklim investasi start-up di Indonesia

RLCO Resmi IPO di BEI, Saham Langsung ARA Naik 34,52%, Hari Ini (9/12) Beli/Jual?