Menteri Ara dan Nusron Sepakat Sertifikasi Gratis untuk Rumah MBR

  Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid sepakat menetapkan sertifikasi sektor perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) secara gratis. Hal tersebut diungkapkan dalam pertemuan Menteri PKP Maruarar Sirait dengan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti di Ruang Rapat Menteri ATR/BPN, Jakarta, Selasa (14/7/2026). Ara juga mengapresiasi terobosan Kementerian ATR/BPN dalam menghadirkan program sertifikasi gratis bagi masyarakat berpenghasilan rendah. "Terobosan kolaborasi yang juga luar biasa dengan Pak Nusron adalah sertipikasi gratis bagi MBR. Itu merupakan karya dan dukungan yang luar biasa dari Menteri ATR/BPN bagi rakyat kecil," ujar dia dikutip dari keterangan resmi. Menteri Ara menuturkan, sinergi tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena tidak hanya memberikan kepastian...

Saham Emiten Pengolah Sampah Melonjak, Ini Saham Pilihan Analis

 

Pemerintah semakin serius mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber energi listrik.

Pekan ini, revisi Peraturan Presiden (Perpres) No. 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) akan segera diterbitkan.

Langkah ini melengkapi upaya sebelumnya dengan peluncuran Patriot Bond sebagai instrumen pembiayaan proyek strategis nasional, termasuk program waste to energy (WtE). Patriot Bond sudah mencatat permintaan hingga Rp 51,8 triliun.

Kebijakan tersebut memberi sentimen positif terhadap saham-saham emiten di sektor pengolahan limbah. 

Harga saham PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) misalnya, kini berada di Rp 1.380 per saham, melesat 239,90% sejak awal tahun. Saham PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) juga naik 109,79% menjadi Rp 300, sementara PT Multi Hanna Kreasindo Tbk (MHKI) melompat 180% ke Rp 266 per saham.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai lonjakan saham tersebut tak lepas dari optimisme pasar terhadap kesiapan emiten untuk terlibat dalam proyek pengolahan sampah menjadi energi. 

“Persoalan sampah saat ini sudah dalam kondisi darurat,” ujarnya, Selasa (7/10).

Investment Analyst Infovesta Utama, Ekky Topan, menambahkan bisnis pengolahan sampah kini tengah naik daun, baik dari sisi urgensi lingkungan maupun peluang ekonomi. 

Ia mencontohkan, TOBA dan MHKI sudah mulai meraup pendapatan dari proyek WtE, sementara OASA tengah menjajaki kemitraan strategis dengan investor asing guna memperluas bisnis.

“Ke depan bukan mustahil akan muncul emiten baru di sektor ini, tidak hanya dari energi, tapi juga properti hingga logistik yang ingin melakukan diversifikasi bisnis,” tutur Ekky.

Namun, jalan pengembangan bisnis pengolahan sampah tidak sepenuhnya mulus. Tantangan yang dihadapi masih besar, mulai dari kebutuhan belanja modal tinggi, izin lingkungan dan tata ruang yang rumit, hingga keterbatasan teknologi pengolahan modern di dalam negeri.

Selain itu, keberhasilan bisnis ini menuntut kolaborasi erat dengan pemerintah daerah dan PT PLN sebagai pembeli listrik. Artinya, faktor finansial saja tidak cukup, melainkan juga eksekusi dan kemitraan strategis.

Meski demikian, Ekky tetap merekomendasikan akumulasi beli saham TOBA dengan target harga Rp 1.600 per saham, seiring prospek cerah sektor WtE yang makin menjadi perhatian pemerintah. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini