Reli Harga Emas Bisa Berlanjut, Ahli Ungkap Faktor Pemicunya

  Harga emas kembali terpukul dengan harga turun di bawah US$ 4.500 per troy ounce dan menguji level support jangka panjang yang kritis pada rata-rata pergerakan 200 hari. Dipantau dari laman Kitco , Jumat (29/5/2026) harga emas terpantau menguat hanya 0,17% ke level US$ 4.502 per troy ounce saat berita ini ditulis. Meski terus bertahan di kisaran US$ 4.500, manajer portofolio di Midas Discovery Fund Tom Winmill menilai reli harga emas bisa berlanjut dan harga yang tinggi akan terus mendukung sektor pertambangan emas. Tom Winmill mengatakan bahwa ia melihat pelemahan harga emas merupakan tren jangka pendek karena pendorong fundamental di balik reli emas tetap bertahan, terutama karena permintaan bank sentral yang kuat dan ekonomi global bergulat dengan meningkatnya risiko struktural. “Saya benar-benar tidak melihat banyak hal yang dapat bersifat bearish untuk emas dalam jangka panjang pada level harga ini,” kata Winmill, dikutip dari ...

Cermati Saham Net Buy Terbesar Asing Kemarin Saat IHSG Tergelincir, Rabu (8/10)

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir setelah reli empat hari berturut-turut kemarin.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG terkoreksi tipis 0,04% ke level 8.166,02 pada penutupan perdagangan Rabu (8/9/2025).

Sepanjang perdagangan pada Rabu IHSG bergerak di rentang 8.044 ke 8.224.

Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 39,94 miliar dengan nilai transaksi Rp 29,48 triliun. Ada 406 saham yang terkoreksi, 290 saham yang menguat dan 103 saham yang stagnan.

Investor asing mencatatkan net sell atau jual bersih sebesar Rp 455,18 miliar seluruh pasar.

Meski demikian, asing banyak mengoleksi saham-saham ini kemarin.

Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada Rabu:

1. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 95,98 miliar
2. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp 72,97 miliar
3. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp 57,85 miliar
4. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 55,9 miliar
5. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 43,43 miliar
6. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 43,31 miliar
7. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 41,49 miliar
8. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) Rp 39,96 miliar
9. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) Rp 35,64 miliar
10. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) 24,58 miliar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp 16.391 Per Dolar AS pada Hari Ini 6 Agustus 2025

Cermati Rekomendasi Teknikal Mirae Sekuritas Saham ASSA, BDKR & SSIA, Selasa (5/8)