Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Cermati Saham Net Buy Terbesar Asing Kemarin Saat IHSG Tergelincir, Rabu (8/10)

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir setelah reli empat hari berturut-turut kemarin.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI, IHSG terkoreksi tipis 0,04% ke level 8.166,02 pada penutupan perdagangan Rabu (8/9/2025).

Sepanjang perdagangan pada Rabu IHSG bergerak di rentang 8.044 ke 8.224.

Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 39,94 miliar dengan nilai transaksi Rp 29,48 triliun. Ada 406 saham yang terkoreksi, 290 saham yang menguat dan 103 saham yang stagnan.

Investor asing mencatatkan net sell atau jual bersih sebesar Rp 455,18 miliar seluruh pasar.

Meski demikian, asing banyak mengoleksi saham-saham ini kemarin.

Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada Rabu:

1. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 95,98 miliar
2. PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp 72,97 miliar
3. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp 57,85 miliar
4. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 55,9 miliar
5. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 43,43 miliar
6. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 43,31 miliar
7. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 41,49 miliar
8. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) Rp 39,96 miliar
9. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) Rp 35,64 miliar
10. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) 24,58 miliar

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini