Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT)

  Emiten telekomunikasi, PT Remitra Global International Tbk (MKNT) yang sebelumnya bernama PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk, resmi memasuki babak baru setelah seluruh mata acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) disetujui pemegang saham. RUPSLB yang digelar di Hotel Manhattan, Jakarta, pada 14 September 2026 menyetujui enam mata acara, termasuk penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), perubahan nama perseroan, perubahan pengendali, perubahan Anggaran Dasar, serta perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris. Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbaiki kondisi keuangan sekaligus membangun fondasi pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Melalui PMTHMETD, perseroan akan melakukan penambahan modal dengan nilai mencapai Rp1,024 triliun. Dana tersebut berasal dari beberapa sumber. Sebagian digunakan untuk mengonversi kewajiban perseroan kepada dua kreditur menjadi saham baru. Kewajiban ...

Masuk LQ45, Harga Saham BUMI, EMTK Hingga NCKL Melesat

 

Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan evaluasi mayor terhadap anggota-anggota indeks LQ45.

Berdasarkan keterbukaan informasi, terdapat beberapa emiten yang menjadi penghuni baru indeks LQ45. Di antaranya adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Bersamaan dengan itu, terdapat lima saham yang terdepak dari LQ45. Di antaranya adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Periode efektif konstituen terbaru dari LQ45 ini akan berlaku mulai perdagangan 3 November sampai dengan 30 Januari 2026.

Berdasarkan pantauan Kontan, harga saham BUMI mengalami kenaikan 3,79% ke level Rp 136 per saham pada awal perdagangan Selasa (28/10/2025) atau setelah pengumuman rebalancing LQ45.

Sementara itu, saham EMTK juga melesat 6,54% ke level Rp 1.140 per saham, sedangkan saham NCKL naik 2,82% ke level Rp 1.275 per saham.

Sebaliknya, harga saham HEAL turun 0,67% ke level Rp 1.490 per saham pada Selasa pagi. Harga saham DSSA juga melorot 1,15% ke level Rp 87.775 per saham.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) masih bisa panen dividen menjelang akhir Juni 2026.

IHSG Dibuka Rebound Selasa (5/8) Ikuti Bursa Asia, Pasar Taruh Harapan The Fed Rate

Rupiah diprediksi masih akan bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan pada perdagangan awal pekan ini